Jumat, 26 Februari 2016

Tujuan dalam Sistem Informasi Akuntansi

Tujuan dalam Sistem Informasi Akuntansi
Tujuan dalam Sistem Informasi Akuntansi - yaitu untuk menyajika informasi akuntansi kepada berbagai pihak yang membutuhkan informasi tersebut, baik pihak internal maupun pihak eksternal. Sistem akuntansi adalah sistem informasi, atau salah satu subset/subsistem dari suatu sistem informasi organisasi. Menurut buku terjemahan Hall (2001, h.18), Pada umumnya tujuan dasar disusunnya sistem informasi akutansi dapat dilihat pada penjabaran dibawah ini.


Tujuan dalam Sistem Informasi Akuntansi

1. Untuk mendukung fungsi kepengurusan (stewardship) manajemen suatu organisasi/ perusahaan, karena manajemen bertanggungjawab untuk menginfomasikan pengaturan dan penggunaan sumber daya organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.
2. Untuk mendukung pengambilan keputusan manajemen, karena sistem informasi memberikan informasi yang diperlukan oleh pihak manajemen untuk melakukan tanggung jawab pengambilan keputusan.
3. Untuk mendukung kegiatan operasi perusahaan hari demi hari. Sistem informasi membantu personil operasional untuk bekerja lebih efektif dan efisien.”


Tujuan Sistem Informasi Akuntansi menurut Mulyadi

Menurut Mulyadi (1993, h.19-20), sistem informasi akuntansi memiliki empat tujuan dalam penyusunannya, yaitu :
1. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha
2. Untuk memperbaiki informasi yang dihasilkan oleh sistem yang sudah ada, baik mengenai mutu, ketepatan penyajian maupun struktur informasinya.
3. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yaitu untuk memperbaiki tingkat keandalan (reliability) informasi akuntansi dan untuk menyediakan catatan lengkap mengenai pertanggungjawaban dan perlindungan kekayaan perusahaan.
4. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

Demikian Pembahasan mengenai Tujuan dalam Sistem Informasi Akuntansi, simak juga berbagai artikel akuntasi lainnya dalam blog Sistem Informasi Akuntansi ini. Terimakasih

Kompoen dalam sebuah Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

Kmponen SIA
Kompoen dalam sebuah Sistem Informasi Akuntansi (SIA) - Menurut Azhar Susanto (2008:16) komponen dalam sebuah informasi akuntansi yang terintegrasi dalam sebuah sistem yang bekerja secara harmonis dalam rangka menghasilkan informasi yang dapat diandalkan oleh para pemakai. Dalam konsep sistem informasi akuntansi yang harus diintegrasikan adalah semua unsur dan sub unsur yang terkait dalam membentuk suatu sistem informasi akuntansi yang berkualitas. Unsur-unsur tersebut juga disebut sebagai komponen sistem informasi akuntansi yang terdiri dari hardware, software, brainware, prosedur, database dan jaringan komunikasi.

Adapun komponen sistem informasi akuntansi menurut Azhar Susanto (2008:73-83) adalah:


1. Hardware SIA (perangkat keras)

Sistem Informasi Akuntansi harus meggunakan Hardware yang sesuai dan harmonis dengan yang dibutuhkan Sistem Informasi akuntasi yang diterapkan sesuai kemampuan keuangan perusahaan.
Kualitas komponen hardware yang digunakan harus asli (original) yang dapat diintegrasikan dengan software yang akan digunakan. Spesifikasi hardware yang dipilih untuk sistem informasi akuntansi yang diterapkan harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan, situasi, kondisi dan kebutuhan manajemen perusahaan, serta sumber daya manusia yang tersedia di perusahaan tersebut yang akan menjalankan sistem informasi akuntansi tersebut. Hardware terdiri dari:

a.Bagian input (input device) merupakan alat-alat yang dapat digunakan untuk memasukan data ke dalam komputer. Jenis perangkat masukan komputer adalah keyboard, mouse, joystick, scanner, kamera, touch screen.
b.Bagian pengolah utama dan memori.
Terdiri dari prosesor, memori, BUS, cache memory, motherboard, driver card.
c.Bagian Output (output device) merupakan peralatan-peralatan yang digunakan untuk mengeluarkan informasi hasil pengolahan data. Peralatan output yang biasa digunakan yaitu printer, layar monitor, Head Mount Display (HMD), LCD (Liquid Cristal Display Projector) dan speaker.
d.Bagian komunikasi adalah peralatan yang digunakan untuk mengkomunikasikan data dari satu lokasi ke lokasi.

2. Perangkat Lunak SIA (Software)
Dalam memilih software apa yang akan dipakai akan lebih baik memilih dulu sistem operasi apa yang akan digunakan sesuai dengan aplikasi yang akan dioperasikan. Software yang berkualitas adalah software yang berbasis jaringan yang banyak digunakan oleh orang dan perusahaan pada umumnya.

Software dikelompokan menjadi dua kelompok berdasarkan fungsinya yaitu:
a. Perangkat lunak sistem (system software) merupakan kumpulan dari perangkat lunak yang digunakan untuk mengendalikan sistem komputer yang meliputi sistem operasi, interpreter dan compiler.
b. Perangkat lunak aplikasi (application software) merupakan software jadi yang siap digunakan.          

3. Brainware SIA (manusia)
Orang yang memiliki, membangun dan menjalankan sistem informasi akuntansi. Istilah orang disini bukan sembarang orang dalam arti wujudnya orang akan tetapi orang yang memiliki kompetensi (ilmu pengetahuan dan keterampilan atau keahlian). Misalnya, Programer yaitu membuat atau menyempurnakan program komputer yang digunakan saat ini. Programer harus memiliki kompetensi (ilmu pengetahuan dan keterampilan atau keahlian) dan sesuai dengan jenjangnya mengenai sistem informasi, memiliki pendidikan minimal D3 ilmu komputer dan informasi, atau berpengalaman di bidang komputer akuntansi. Brainware dikelompokan sebagai berikut:

a.   Manajer sistem informasi (manajemen/akuntansi)
b.   Analis sistem
c.   Ahli komunikasi
d.   Administrator database
e.   Programer
f.    Operator
g.   Pustakawan

Integrasi komponen brainware mengandung arti semua kelompok brainware tersebut harus dapat bekerja sama secara harmonis dalam mendukung beroperasinya sistem informasi akuntansi.

4. Prosedur SIA
Prosedur penting dimiliki bagi suatu organisasi agar segala sesuatu dapat dilakukan secara konsisten sesuai dengan pedoman yang harus diikuti dan dibentuk atas dasar kesepakatan dengan penetapan dan pengesahan dilakukan oleh manajemen yang berwenang. Dengan adanya prosedur yang memadai maka dapat dilakukan pengendalian terhadap aktivitas perusahaan. Antara prosedur satu dengan prosedur lainnya harus terjalin kerjasama yang harmonis atau bersinergi.

5. Database SIA
Merupakan kumpulan data-data akurat, relevan, tepat waktu dan lengkap sesuai dengan kebutuhan pemakai, yang tersimpan di dalam media penyimpanan di suatu perusahaan atau di dalam perusahaan. Database yang dibangun harus dihitung perkiraan volumenya untuk dapat menentukan kapasitas hardisk yang dibutuhkan dan tipe prosesor yang cocok untuk menangani data sejumlah yang diperkirakan. Menentukan kebutuhan data dalam database bagi pemakai dilakukan dengan menentukan terlebih dahulu informasi yang diperlukan. Berdasarkan kebutuhan informasi tersebut maka harus diketahui bagaimana proses untuk menghasilkan informasi tersebut. Data base yang digunakan harus sesuai atau ditunjang oleh prosedur yang cocok.

6. Jaringan komputer dan telekomunikasi SIA
Komponen-komponen yang digunakan dalam jaringan komunikasi data satu sama lain harus berintegrasi secara harmonis atau bersinergi membentuk jaringan komunikasi data dalam sistem informasi akuntansi. Komponen jaringan komunikasi data yang harus bersinergi misalnya antara Hub yang digunakan, saluran komunikasi dan Network Card (LAN Card). Keharmonisan teknologi yang digunakan dalam jaringan komunikasi (Network) harus sesuai dengan hardware yang digunakan.

Komponen-komponen dan fungsi dari sistem telekomunikasi yaitu:
a.   Komponen sistem telekomunikasi
b.   Fungsi sistem telekomunikasi
c.   Protocol
d.   Jenis-jenis sinyal
e.   Jenis-jenis saluran komunikasi
f.    Karakteristik saluran komunikasi
g.   Pemroses komunikasi
h.   Software telekomunikasi

Demikian Pembahasan mengenai Kompoen dalam sebuah Sistem Informasi Akuntansi (SIA), simak juga berbagai artikel akuntasi lainnya dalam blog Sistem Informasi Akuntansi ini. Terimakasih


Senin, 01 Februari 2016

Standarisasi Calon Peserta Management Trainee Program

Standarisasi Calon Peserta Management Trainee Program - Management Trainee adalah merupakan proses pelatihan terhadap karyawan baru yang direkrut oleh perusahaan untuk diberikan pengarahan dan wawasan tentang profil dan unit bisnis perusahaan, dan diharapkan hasil dari pelatihan dan pengembangan karakter ini akan diperoleh dan diseleksi calon pegawai baru yang memiliki kualitas untuk dipromosikan ke jenjang yang lebih strategis pada level manajemen di perusahaan. Nah, pihak manajemen Perusahaan umumnya menetapkan standarisasi yang cukup tinggi pada calon peserta management trainee. 


Hal tersebut antara lain memberikan syarat Indeks Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3 untuk lulusan fresh graduate dari perguruan tinggi, harus memiliki kemampuan berbahasa Inggris baik lisan maupun tulisan, memiliki kecakapan berorganisasi dan berkomunikasi, serta memiliki keahlian khusus diluar kemapuan akademik.

MT dibuat dan dirancang sedemikian rupa untuk menyiapkan para calon manajerial perusahaan di masa yang akan datang. Maka, untuk menjalankan tugas dalam pelatihan Management Trainee biasanya perusahaan membayar konsultan ahli manajemen khusus yang berpengalaman, mengapa? hal ini karena mereka menganggap sumber daya manusia merupakan aset yang bernilai tinggi untuk kemajuan perusahaan.

Demikian adalah Standarisasi Calon Peserta Management Trainee Program, simak juga berbagai artikel akuntansi lainnya dalam blog Sistem Informasi Akuntansi ini. Terima kasih.

Pengertian dan Manfaat Management Trainee Program

Pengertian dan Manfaat Management Trainee Program  -   Management Trainee adalah merupakan proses pelatihan terhadap karyawan baru yang direkrut oleh perusahaan untuk diberikan pengarahan dan wawasan tentang profil dan unit bisnis perusahaan, serta diharapkan hasil dari pelatihan dan pengembangan karakter ini akan diperoleh dan diseleksi calon pegawai baru yang memiliki kualitas untuk dipromosikan ke jenjang yang lebih strategis pada level manajemen di perusahaan.


Salah satu program management trainee atau (MT) umumnya calon karyawan akan di coba berbagai macam jenis kegiatan untuk  melihat kemampuan dan bakat dari masing-masing peserta pelatihan. Nah, masa pelatihan biasanya sangat tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan, ada yang melaksankannya dalam waktu 6 bulan bahkan ada yang sampai 1 tahun.

Mereka diberikan pelatihan dan pengetahuan yang berkaitan dengan prosedur operasional perusahaan, serta keahlian perencanaan,  juga pengendalian usaha, risk manajemen, dan rencana manajerial. Kemudian disamping penguasaan materi, tentunya para peserta juga sekaligus melakukan On Job Training atau praktek kerja langsung dengan aktifitas perusahaan sehari-hari.

Demikian adalah Pengertian dan Manfaat Management Trainee Program, simak juga berbagai macam materi akuntansi terbaik di blog Sistem Informasi Akuntansi ini. Terima kasih.

Cara Paling Praktis Membuat Laporan Keuangan Perusahaan

Cara Paling Praktis Membuat Laporan Keuangan Perusahaan  - Proses Akuntansi dalam Laporan Keuangan Perusahaan (Financial Statements) adalah tata cara dari suatu proses pencatatan atau pembukuan dimulai dari proses pencatatan dari masing-masing transaksi, juga melakukan jurnal umum dan mengelompokkan setiap transaksi ke dalam Buku Besar.


Setelah itu dibuatlah neraca percobaan di dalam format kertas kerja, hingga menjadi Laporan Keuangan Perusahaan yang terdiri dari Laporan Neraca, Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Laporan Arus Kas serta Laporan Manajemen Keuangan lainnya.

Berikut ini akan dijabarkan secara detail dan contoh Laporan Keuangan Perusahaan sesuai dengan standard dan kaidah akuntansi yang berlaku umum dimana pada akhir penjelasan ini templatenya bisa Anda dapatkan dengan format excel di bawah ini :

- Laporan Neraca
- Laporan Laba Rugi
- Laporan Perubahan Modal
- Laporan Arus Kas
- Detail Catatan Atas Laporan Keuangan
- Kertas Kerja Laporan Keuangan 
- Format Kertas Kerja General Ledger dan Kelompok Akun

Hal ini akan jauh lebih mudah dilaksanakan jika Anda saat ini menggunakan program accounting seperti Zahir, MYOB Accounting, Oracle Finance, dan program Accounting lainnya, anda tinggal mengeksport General Ledger dalam bentuk excel ataupun teks dan memasukkan angkanya kedalam tabel. Demikian adalah Cara Paling Praktis Membuat Laporan Keuangan Perusahaan. Simak juga berbagai macam materi akuntansi lainnya di blog Sistem Informasi Akuntansi ini.

Standarisasi Akuntansi Keuangan

Standarisasi Akuntansi Keuangan - Laporan Keuangan yang disajikan hendaknya harus sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK), tentang petunjuk dan prosedur akuntansi yang berisi tentang peraturan tentang standar pencatatan, tentang penyusunan, serta tentang penyajian laporan keuangan mengacu pada teori-teori tentang penanfsiran dan penalaran yang mendalam oleh suatu lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).


PSAK mulai diterapkan di Indonesia pada 1994, akan tetapi dalam perkembangan penyusunan standarisasi akuntansi di Indonesia oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) tidak dapat terlepas dari perkembangan penyususunan standar akuntansi internasional yang dilakukan oleh International Accounting Standards Board (IASB).

Standar Akuntansi Keuangan Internasional dalam proses konvergensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standard (IFRS) yang dikeluarkan oleh IASB,  yakni suatu standar laporan keuangan yang bisa diterima secara internasional dan mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 2012.

Demikian adalah Standarisasi Akuntansi Keuangan, simak juga berbagai materi akuntansi lainnya dalam blog Sistem Informasi Akuntansi ini. Terima kasih.

Tahapan Dalam Pembelajaran Akuntansi Keuangan

Tahapan Dalam Pembelajaran Akuntansi Keuangan - Akuntansi Keuangan adalah merupakan salah satu bagian dari akuntansi yang berhubungan dengan penyajian laporan keuangan perusahaan kepada pihak eksternal berupa laporan neraca, laporan rugi laba, catatan Perubahan Modal dan Arus Kas kepada pemegang saham, para kreditor atau investor khususnya tentang profitabilitas dan kredibilitas perusahaan, kepada supplier, dan juga pemerintah. Lalu apa saja Tahapan Dalam Pembelajaran Akuntansi Keuangan? silahkan disimak di bawah ini :

Tahapan Dalam Pembelajaran Akuntansi Keuangan

-    Pengantar Akuntansi Dasar, Pemahaman tentang Persamaan Dasar-Dasar Akuntansi, Siklus Akuntansi, Penyusunan Kode Akun (Chart of Account), Pencatatan Transaksi dan Perkiraan, Jurnal Umum (General Ledger), Pembuatan Kertas Kerja (Worksheets) Laporan Keuangan.
-    Akuntansi Keuangan Menengah, Akuntansi Biaya, Penyusunan Laporan Keuangan (Contoh Laporan Akuntansi Keuangan),  Pemahaman tentang Prosedur Akuntansi dan Keuangan, meliputi Kebijakan dan Prosedur : Kas dan Setara Kas, Persediaan, Piutang, Aktiva Tetap, Hutang, dan Pajak.
-    Akuntansi Keuangan Lanjutan, Mempelajari tentang Pembentukan Persekutuan atau Penggabungan Usaha (Merger), Integritas Penyajian Laporan Keuangan, Analisa Laporan Keuangan, Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasi, Perubahan Kepemilikan Saham, Penjualan Konsinyasi, Likuidasi Penjualan Angsuran, dan Investasi saham.

Demikian adalah Tahapan Dalam Pembelajaran Akuntansi Keuangan. Simak juga berbagai artikel lainnya dalam blog Sistem Informasi Akuntansi ini. Terima kasih.