Senin, 30 November 2015

Pentingnya Harga Pokok Produksi




Pentingnya Harga Pokok Produksi - Dalam akuntansi banyak sekali istilah rumit yang akan membuat para peula dibuat kebingungan. Maka karena itu, pengetahuan mengenai Sistem Informasi Akuntansi yang mudah dipahami dan jelas adalah sebuah keharusan. Kali ini pembahasan Perhitungan Harga Pokok Produksi sangat penting sekali untuk dikuasai terutama sekali tentang cara perhitungannya. Ada banyak kasus mahasiswa yang sedang ujian sidang tetapi tidak mampu untuk menyusun perhitungan harga poko produksi secara ringkas dan cepat. Setidaknya mahasiswa jurusan akuntansi harus hafal mengenai format harga pokok produksi. Maka karena itulah skedul perhitungan harga pokok produksi merupakan bagian dari laporan rugi laba dan lazimnya dilaporkan secara tersendiri. Berikut format laporan harga pokok produksi dari perusahaan manufaktur.

Perusahan ResumeAkun

Laporan Harga Pokok Produksi
Untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember 201x

Bahan baku, awal==================xxx
Pembelian bahan baku==========xx
Pengurangan :
Diskon pembelian===========xx
Retur dan Potongan pembelian==xx+
Total=======================xx-
Pembelian dikurangi pengurangan===xxx
Penambahan ;
Biaya angkut masuk=============xx+
Pembelian neto====================xx+
Total bahan baku tersedia==============xxx

Bahan baku, akhir===================xxx-
Bahan baku yang digunakan===============xxx
Tenaga kerja langsung===================xxx
Overhead pabrik=======================xxx+
Biaya Produksi============================xxx

Barang Dalam Proses, awal===================xxx+
Total==================================xxx
Barang Dalam Proses, akhir===================xxx-
HARGA POKOK PRODUKSI===================xxxx

Dalam format laporan rugi laba perusahaan manufaktur hampir sama dengan Laporan rugi laba perusahaan dagang. Hanya saja ada bedanya terletak pada istilah yang digunakan, karena pada laporan rugi laba perusahaan dagang langsung digunakan istilah Harga Pokok Penjualan, itu dikarenakan memang tidak dibuatkan secara tersendiri sedangkan pada laporan rugi laba perusahaan manufaktur terlebih dahulu digunakan Harga Pokok Produksi, itu karena dihitung secara terpisah dengan laporan rugi laba.

Apa Yang Dimaksud Unit Ekuivalen

Apa Yang Dimaksud Unit Ekuivalen - Menurut Sistem Indormasi Akuntansi, yang dimaksudkan dengan Unit Ekuivalen adalah istilah yang umum digunakan pada metode perhitungan biaya berdasarkan proses. Lantas pada metode proses, semua unit yang diperhitungkan dalam penentuan biaya produksi per unit adalah unit ekuivelen. Lantas besarnya unit ekuivalen yang diperhitungkan tergantung pada besarnya tingkat penyelesaian yang telah dicapai dalam kegiatan produksi, maka dengan demikian semakin besar tingkat penyelesaian maka semakin besar pula unit ekuivalennya. Sementara itu tingkat penyelesaian itu sendiri menunjukkan seberapa besar unit tersebut sudah dibebani biaya produksi yang meliputi biaya bahan baku, serta biaya tenaga kerja lansgung dan biaya overhead pabriknya.


BACA JUGA: Dapat Beasiswa Ke Inggris, Bagas-Bagus Bersaing Dapatkan Tempat Di Manchester United

Perhitungan unit ekuivalen menggunkaan 2 metode, yaitu :

1. Metode Average atau metode rata-rata
2. Metode FIFO atau metode MPKP (masuk pertema keluar pertama)

Sementara itu rincian penjelasan kedua metode, adalah sebagai berikut :

1. Metode Average atau metode rata-rata

Yang menjadi filosofi penerapan metode rata-rata di metode biaya proses adalah pada saat memulai mengerjakan persediaan dan pekerjaan yang sama sekali baru untuk periode tersebut tidak dilakukan prioritas antara unit awal dan unit baru mulai dikerjakan, jadi semua dikerjakan bersama-sama.

2. Metode FIFO atau metode MPKP (masuk pertama keluar pertama)

Yang dimaksudkan filosofi penerapan metode FIFO di metode biaya proses adalah pada saat memulai mengerjakan persediaan dan pekerjaan yang sama sekali baru untuk periode tersebut dilakukan prioritas antara unit awal dan unit baru mulai dikerjakan secara berurutan dengan mendahulukan persediaan awal sebelum yang datang terakhir.

Minggu, 29 November 2015

Biaya Produksi vs Biaya Utama vs Biaya Konversi

Biaya Produksi vs Biaya Utama vs Biaya Konversi


Biaya Produksi vs Biaya Utama vs Biaya Konversi - Pembahasan kali ini beralih ke biaya produksi. Hubungan antara biaya produksi dengan biaya utama dan biaya konversi akan dibahas disini secara singkat dan mudah dimengerti, karena demikianlah tujuan Sistem Informasi Akuntansi itu sendiri.


BACA JUGA: Dapat Beasiswa Ke Inggris, Bagas-Bagus Incar Tempat Di Manchester United

Yang dimaksud dengan Manufacture Cost atau Production Cost adalah merupakan perjumlahan antara Material ( bahan langsung), Labor (tenaga kerja langsung) dan Factory Overhead (overhead pabrik). Jadi biaya produksi merupakan unsur biaya yang sangat penting dalam perhitungan Harga Pokok Produksi (Cost of Goods Manufactured). Setelah diketahui besarnya Harga Pokok Produksi maka informasi tersebut sangat berguna dalam penentuan harga jual produk dan penentuan laba yang diharapkan (expected profit) oleh perusahaan tersebut. Serta khusus untuk bahan langsung yang termasuk dalam biaya produksi adalah bahan langsung yang digunakan tanpa proses apapun lagi. Apabila belum tahu jumlah maka dihitung dahulu dengan menggunakan formula sebagai berikut :
Bahan langsung yang digunakan ( material used) = Saldo awal Bahan + {(Pembelian bahan + biaya angkutan masuk) - Diskon Pembelian - Retur dan Potongan Pembelian } - Saldo akhir Bahan

Sementara itu yang dimaksud dengan Biaya Utama atau Prime Cost adalah penjumlahan antara biaya bahan dengan biaya tenaga kerja langsung. Kenapa menjadi utama? karena kedua biaya tersebut menjadi ujung tombak dalam biaya produksi. Sementara itu biaya konversi atau conversion cost adalah penjumlahan antara biaya tenaga kerja langsung dengan biaya overhead pabrik itu sendiri. Dinamakan sebagai biaya konversi karena merubah bentuk dari bahan langsung dikonversi menjadi barang jadi atau barang konsumsi.

Demikian adalah Biaya Produksi vs Biaya Utama vs Biaya Konversi, semoga bermanfaat.

Penjelasan Analisa Umur Piutang /Age of Receivable Analysis

Penjelasan Analisa Umur Piutang /Age of Receivable Analysis -  Sebenarnya analisa umur piutang adalah berdasarkan pada perhitungan konsep adanya resiko piutang yang tidak dapat ditagih ke pelanggan karena beberapa alasan tertentu. Jadi piutang yang diragukan tidak dapat ditagih ini semakin lama semakin menumpuk, maka karena itu salah satu tindakan yang dapat dilakukan perusahaan adalah dengan menyusun kriteria lamanya piutang yang sampai saat ini belum dapat ditagih tersebut. Lantas piutang yang tidak dapat tertagih ini karena beberapa sebab, beberapa antara lain karena adanya kemungkinan perusahaan terlalu mudah dalam pemberian piutang dalam arti persyaratan yang ditetapkan terlalu longgar. Atau juga bahkan memang track record pelanggan itu sendiri yang kurang baik. Selalu ada batas kriteria piutang tak tertagih, yang lazimnya adalah 30 hari setelah tanggal transaksi yang telah disetujui bersama.



Ilustrasi :

ESTIMASI UMUR PIUTANG

INTERVAL UMUR====SALDO===PERSEN===JUMLAH

Belum Jatuh Tempo==== Rp. 122.000.000===3%==Rp.3.660.000,-
Telah j.t dalam 1-30 hari==== 18.000.000===7%==1.260.000,-
Telah j.t dalam 31-60 hari=== 15.000.000===10%==1.500.000,-
Telah j.t. dalam 61-90 hari=== 12.000.000==20%== 2.400.000,-
Telah j.t. dalam 91-180 hari== 8.000..000===30%==2.400.000,-
Telah j.t dalam 181-365 hari== 4.000.000===50%==2.000.000,-
Diatas 365 hari sebesar===== 2.000.000===80%==1.600.000,-

JUMLAH KESELURUHAN===181.000.000 ======14.820.000,-

BACA JUGA: Single Terbaru Chester Bennington Feat Gitaris Lamb Of God Resmi Dirilis!!! , CADAS!!!!

Catatan :

INTERVAL UMUR = Kriteria lamanya piutang tak tertagih sejak tanggal transaksi

SALDO = Jumlah piutang dari beberapa pelanggan dijumlahkan semuanya.

PERSEN = Persentase yang tidak mungkin tertagih, jadi angka ini diperoleh dari beberapa tahun yang lalu sebagai data historis atau pengalaman perusahaan dengan melihat karakteristik pelanggannya sendiri.

JUMLAH = hasil kali antara SALDO dengan PERSEN.

Nah demikian ulasan singkat mengenai Penjelasan Analisa Umur Piutang /Age of Receivable Analysis. Semoga bisa memberikan manfaat dalam pengetahuan Sistem Informasi Akuntansi anda. Terima Kasih.

Sabtu, 28 November 2015

Daftar Jurnal Akuntansi Populer

Daftar Jurnal Akuntansi Populer - Pengertian Sistem Informasi Akuntansi atau Sistem akuntansi itu sendiri adalah metode dan prosedur untuk mencatat dan melaporkan informasi keuangan. Yang disediakan bagi perusahaan atau suatu organisasi bisnis. Hanya saja sistem akuntansi yang diterapkan dalam perusahaan besar sangat kompleks. Namun kompleksitas sistem tersebut disebabkan oleh kekhususan dari sistem yang dirancang untuk suatu organisasi bisnis sebagai akibat dari adanya perbedaan kebutuhan akan informasi oleh manajer tersebut, dalam bentuk dan jalan transaksi laporan keuangan itu sendiri. Selain itu sistem akuntansi terdiri atas dokumen bukti transaksi, macam alat-alat pencatatan, laporan dan prosedur yang digunakan perusahaan untuk mencatat transaksi-transaksi serta melaporkan hasilnya yang sudah finish. 

Operasi sistem akuntansi meliputi tiga tahapan :

    Harus mengenal dokumen bukti transaksi yang digunakan oleh perusahaan, baik mengenai jumlah fisik maupun jumlah rupiahnya, serta data penting lainnya yang berkaitan dengan transaksi perusahaan.

    Harus mengelompokkan dan mencatat data yang tercantum dalam dokumen bukti transaksi kedalam catatan-catatan akuntansi.

    Harus meringkas informasi yang tercantum dalam catatan-catatan akuntansi menjadi laporan-laporan untuk manajemen dan pihak-pihak lain yang berkepentingan.
Nah, lantas bagaimana dengan Jurnal Akuntansi yang menjadi salah satu faktor penting dalam proses akuntansi? silahkan disimak Daftar Jurnal Akuntansi Populer yang bisa jadi referensi di bawah ini :



1. New guidance for accountants in Business, Kathy Williams
 
2. Automated audits, Tay Dunphy Karla
 
3. Accounting firm pledge to improve disclosure guidance, Leslie Scism
 
4. Practice management tips from the '03 AAA meeting, Anonymous
 
5. Highlight of accounting system research, Janette Mondy
 
6. Accounting for change, Craig Webb
 
7. Accountancy : Classification of conundrum
 
8. Financial accounting theory, William R Scott
 
9. Environmental consideration in product mix decisions using ABC and TOC, Julie Lockhart, 
Audrey Taylor

10. Manufacturing master its ABC, Activity-based Costing can help boost profits, Hugh Filman

Silahkan dicopy judulnya dan ketik di kolom pencarian. 

Demikian Daftar Jurnal Akuntansi Populer. Semoga bermanfaat, terima kasih.

Alokasi Biaya Gabungan, Metode Harga Pasar



Alokasi Biaya Gabungan, Metode Harga Pasar - Bicara mengenai Sistem Informasi Akuntansi, ada banyak sekali pembahasan seputar akuntansi yang wajib dipahami dengan betul-betul. Salah satunya adalah Alokasi Biaya. Lalu apa yang dimaksud Alokasi Biaya? Biaya produksi yang dikeluarkan untuk membiayai beberapa produk secara bersama-sama dinamakan dengan biaya gabungan atau joint cost. Nah, biaya gabungan ini akan menjadi tidak matching kalau hanya dibebankan pada satu jenis produk saja, padahal sebenarnya biaya tersebut dinikmati secara bersama-sama. Jadi bisa dikatakan dengan demikian cocoknya biaya gabungan ini harus dialokasikan kesemua produk yang ada berdasarkan jumlah unit yang diproduksi. Hanya saja bedanya dengan adanya pembobotan yang diberikan pada setiap produk yang mencerminkan posisi kepentingan perusahaan terhadap produk-produk tersebut. 

Formula Alokasi Biaya Gabungan : Alokasi biaya gabungan=BIAYA GABUNGAN/RATA2 TERTIMBANG

Nah, salah satu metode mengalokasi biaya gabungan ini adalah dengan menggunakan harga pasar masing-masing produk karena dengan menggunakan harga pasar yang netral maka tidak akan mengganggu aspek profitabilitas masing-masing produk tersebut.

Jadi, biaya gabungan yang sudah digunakan bersama-sama untuk menghasilkan sejumlah produk harus ditentukan biayanya untuk masing-masing produk. Maka karena itu tidaklah tepat kalau joint cost ini hanya dibebankan pada produk saja padahal biayanya dipakai untuk beberapa produk saja.

Jadi ada dua kondisi dalam penghitungan alokasi biaya gabungan untuk produk gabungan ini, yakni :

* Produk gabungan dapat dijual di titik pisah
* Produk gabungan dijual setelah di titik pisah

Demikian penjelasan Alokasi Biaya Gabungan, Metode Harga Pasar. Semoga bermanfaat.

Apa Itu Neraca Saldo/Trial Balance



Apa Itu Neraca Saldo/Trial Balance - Bicara mengenai akuntansi keuangan, maka istilah neraca atau laporan posisi keuangan atau dalam bahasa Inggris disebut sebagai balance sheet atau statement of financial position merupakan bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi, yang akan menunjukkan posisi keuangan entitas tersebut pada akhir periode yang sudah ditentukan. Dalam Sistem Informasi Akuntansi, neraca terdiri dari tiga unsur yakni aset, liabilitas, dan juga ekuitas. Ketiganya dihubungkan dengan persamaan akuntansi berikut ini :
    aset = liabilitas + ekuitas

Jadi informasi yang dapat disajikan di neraca antara lain posisi sumber kekayaan entitas, serta dari sumber pembiayaan untuk memperoleh kekayaan entitas tersebut dalam suatu masa periode akuntansi tertentu yakni triwulanan, caturwulanan, atau juga tahunan.

Lalu apa yang dimaksud dengan Neraca Saldo? Neraca Saldo adalah merupakan laporan yang sangat penting dalam siklus akuntansi. Jadi walaupun neraca saldo bersifat sementara namun sumbangannya dalam menghasilkan laporan keuangan tidak bisa di pandang remeh. Jadi, pada setiap akhir periode kita harus menutup masing-masing akun buku besar dan saldo akhir yang ada untuk masing-masing akun kita kumpulkan dan kita susun neraca saldo seperti yang dijelaskan di atas.

Jadi bisa disimpulkan jika neraca saldo sesuai dengan namanya adalah tempat untuk menyajikan saldo-saldo dari semua akun yang ada dan disusun dan diurutkan sehingga menghasilkan neraca saldo yang balance atau seimbang.

Semoga bermanfaat.

Kamis, 26 November 2015

Tujuan Analisis Laporan Keuangan

Tujuan Analisis Laporan Keuangan - Akuntansi adalah suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga dapat digunakan oleh orang yang menggunakannya dengan mudah dimengerti untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya. Kemudian akuntansi itu berasal dari kata asing accounting yang artinya bila diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia adalah menghitung atau mempertanggungjawabkan. Akuntansi digunakan di hampir seluruh kegiatan bisnis di seluruh dunia untuk mengambil keputusan sehingga disebut sebagai bahasa bisnis. 



Berkut ini adalah penjelasan Tujuan Analisis Laporan Keuangan :


Tujuan Analisis Laporan Keuangan menurut Harahap (2008, p. 195) menjelaskan bahwa ada 10 tujuan dari analisis laporan keuangan, antara lain :

1.       Dapat memberikan informasi yang lebih luas, lebih dalam daripada yang terdapat dari laporan keuangan biasa.
2.       Dapat menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata (explicit) dari suatu laporan keuangan atau yang berada dibalik laporan keuangan (implicit).
3.       Dapat mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan.
4.       Dapat membongkar hal-hal yang bersifat tidak konsisten dalam hubungannya dengan suatu laporan keuangan baik dikaitkan dengan komponen intern laporan keuangan maupun kaitannya dengan informasi yang diperoleh dari luar perusahaan.
5.       Mengetahui sifat-sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan model-model dan teori-teori yang terdapat dilapangan seperti untuk prediksi, peningkatan (rating).
6.       Dapat memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan. Dengan perkataan lain apa yang dimaksud dari suatu laporan keuangan merupakan tujuan analisis laporan keuangan juga.
7.       Dapat menentukan peringkat perusahaan menurut kriteria tertentu yuang sudah dikenal dalam dunia bisnis.
8.       Dapat membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan lain dengan periode sebelumnya atau dengan standar industri normal atau standar ideal.
9.       Dapat memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami perusahaan, baik posisi keuangan, hasil usaha, struktur keuangan dan sebagainya.
10.   Bisa juga memprediksikan potensi apa yang mungkin dialami perusahaan di masa yang akan datang.

Demikian adalah Tujuan Analisis Laporan Keuangan menurut pendapat ahli, simak juga artikel Sistem Informasi Akuntansi lainnya di blog ini. Terima kasih.

Pengertian Analisis Laporan Keuangan

Pengertian Analisis Laporan Keuangan - Kali ini pembahasan komponen penting dalam Sistem Informasi Akuntansi, yakni Pengertian Analisis Laporan Keuangan. Silahkan disimak :

Salah satu sumber informasi yang penting bagi para pengguna laporan keuangan dalam pengambilan suatu keputusan ekonomi adalah melalui laporan keuangan. Laporan keuangan menyajikan banyak informasi mengenai kinerja manajemen dan kesehatan perusahaan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa laporan keuangan masih memiliki banyak kekurangan dalam menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh beberapa pihak, oleh karena itu dibutuhkanlah analisis atas laporan keuangan yang digunakan untuk menganalisis dan menafsirkan laporan tersebut sehingga dapat memberikan informasi yang berarti bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan perkembangan hasil kinerja perusahaan.



Jumingan (2011, p. 42) menjelaskan bahwa analisis laporan keuangan meliputi penelaahan tentang hubungan dan kecenderungan atau tren utnuk mengetahui apakah keadaan keuangan, hasil usaha, dan kemajuan keuangan perusahaan memuaskan atau tidak memuaskan. Analisis dilakukan dengan mengukur hubungan antara unsur-unsur laporan keuangan dan bagaimana perubahan unsur-unsur itu dari tahun ke tahun untuk mengetahui arah perkembangannya. Kegiatan analisis laporan keuangan juga dilakukan dengan tujuan agar dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai keadaan keuangan dan hasil usaha perusahaan sehingga informasi tersebut dapat dijadikan sebagai bahan acuan dalam pengambilan keputusan.

Demikian adalah Pengertian Analisis Laporan Keuangan, semoga bermanfaat.

Komponen-Komponen Laporan Keuangan



Komponen-Komponen Laporan Keuangan - Membahas akuntansi memang tak akan ada habisnya, kali ini kita akan membahas salah satu bahasa penting dalam Sistem Informasi Akuntansi, yakni Komponen-Komponen Laporan Keuangan. Menurut PSAK No. 1 (2012, p. 6) bahwa laporan keuangan yang lengkap yang disusun oleh manajemen suatu perusahaan harus meliputi komponen-komponen berikut ini:

1.    Neraca (laporan posisi keuangan pada akhir periode)
2.    Laporan laba rugi
3.    Laporan perubahan ekuitas
4.    Laporan arus kas
5.    Catatan atas laporan keuangan.
Kemudian Walsh (2004, p. 10-12) juga menuturkan bahwa dalam laporan keuangan terdapat tiga dokumen yang memberikan kita data mentah untuk melakukan analisis. Ketiga dokumennya yaitu :

1.    Neraca
2.    Laporan laba rugi
3.    Laporan arus kas

BACA JUGA: Single Duet Terbaru Chester Bennington Resmi Dirilis, CADASS!!!

1.    Neraca

Menurut PSAK No. 1 (2012, p. ) laporan posisi keuangan adalah suatu laporan yang sistematis tentang aktiva (assets), hutang (liabilities) dan modal sendiri (owner’s equity).
Soemarso (2004, p. 34) menjelaskan bahwa neraca merupakan laporan keuangan yang berisi mengenai jumlah harta (assets), kewajiban (liability), dan modal (owner’s equity) pada akhir periode akuntansi. Neraca dapat memberi informasi tentang sumber-sumber daya yang dimiliki perusahaan dan sumber pembelanjaan untuk memperolehnya. Laporan ini menyajikan posisi keuangan perusahaan.

2.    Laporan Laba Rugi Komprehensif

Menurut PSAK No.1 (2012, p. ) laporan laba rugi komprehensif merupakan suatu laporan sistematis yang menyajikan seluruh pos pendapatan dan beban yang diakui dalam satu periode. Laporan laba rugi komprehensif perusahaan disajikan sedemikian rupa yang menggambarkan berbagai unsure kinerja keuangan selama suatu periode tertentu.

3.    Laporan Arus Kas
Menurut Baridwan (2004, p. 40) laporan arus kas adalah laporan yang menyajikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluaran kas yang berasal dari kegiatan investasi, pembelanjaan, dan kegiatan usaha pada suatu periode.
Arus kas dari aktivitas operasi merupakan arus kas yang langsung berhubungan dengan laba, seperti penerimaan kas dari pelanggan dan pembayaran gaji karyawan perusahaan. Arus kas yang berasal dari aktivitas investasi mencakup arus kas yang terkait dengan akuisisi atau penjualan aset produktif perusahaan, seperti pembelian dan penjualan aset tetap perusahaan. Arus kas pendanaan merupakan arus kas yang berhubungan langsung dengan pendanaan perusahaan, seperti penerimaan dan pembayaran utang kepada investor dan kreditor.

4.    Laporan Perubahan Ekuitas

Soemarso (2004, p. 54). mengungkapkan bahwa laporan perubahan ekuitas  adalah ikhtisar tentang perubahan modal suatu perusahaan yang terjadi selama jangka waktu tertentu. Laporan perubahan modal melaporkan bagaimana laba bersih dan dividen mempengaruhi posisi laporan keuangan perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Laba bersih yang diperoleh setiap tahun akan meningkatkan saldo laba ditahan, sedangkan pembagian dividen kepada pemegang saham akan mengurangi saldo laba ditahan. Proses meningkat dan mengurangnya saldo laba ditahan ini menunjukkan hubungan antara laporan laba rugi dengan neraca, di mana saldo laba ditahan pada akhir periode akan dibawa ke saldo awal laba ditahan pada tahun berikutnya.

5.    Catatan atas Laporan Keuangan
PSAK No.1 (2012, p. 8) menjelaskan bahwa suatu catatan atas laporan keuangan adalah catatan yang disajikan secara sistematis untuk menghasilkan informasi dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan serta memberikan informasi yang relevan untuk memahami laporan keuangan.

Demikian adalah Komponen-Komponen Laporan Keuangan, semoga memberikan manfaat. Terima kasih.

Rabu, 25 November 2015

Pengertian Akuntansi Pajak

Pengertian Akuntansi Pajak - Sebagai suatu system informasi, maka akuntansi dibutuhkan oleh berbagai pihak baik pihak internal suatu organisasi tersebut maupun pihak eksternal, misalnya seperti manajer, untuk pemerintah masyarakat dan sebagainya. Maka karena itu akan dihasilkan suatu akuntansi pajak yang menjadi dasar untuk menghitung pajak yang terutang. Jadi perlu diingat disini, bahwa akuntansi pajak bukan merupakan “ buku kedua”. Sehingga dapat memahami akuntansi pajak, harus memahami terlebih dahulu proses akuntansi serta didukung kemampuan dalam memahami peraturan perpajakan.

Pengertian Akuntansi Pajak


Secara sederhana akuntansi pajak dapat didefinisikan sebagai : sistem akuntansi yang mengkalkulasi, menangani, mencatat, bahkan menganalisa dan membuat strategi perpajakan sehubungan dengan kejadian-kejadian ekonomi (transaksi) perusahaan. Akuntansi pajak adalah akuntansi yang berkaitan dengan perhitungan perpajakan dan mengacu pada peraturan dan perundang-undangan perpajakan beserta aturan pelaksanaannya. Fungsi akuntansi pajak adalah mengolah data kuantitatif yang akan digunakan untuk menyajikan laporan keuangan yang memuat perhitungan perpajakan. 

Akuntansi pajak berfungsi mengolah data kuantitatif untuk disajikan sebagai laporan perpajakan. Jadi pada dasarnya akuntansi pajak merupakan bahasan mengnenai peraturan perpajakan, baik itu mengenai PPh, PPn, dan pajak. Pajak daerah dikaitkan dengan akuntansi. Praktik akuntansi sangat erat kaitannya dengan praktik perpajakan. Tapi, standar maupun aturan yang menjadi acuan dari kedua bidang tersebut memiliki beberapa perbedaan penting, sehingga tidak jarang menimbulkan kebingungan bagi kalangan praktisi, perusahaan, maupun individu. Padahal berbagai produk yang dihasilkan sesuai dengan standar akuntansi menjadi masukan (input) dalam perhitungan pajak.

Demikian adalah penjelasan singkat mengerti akuntansi pajak sesuai dengan yang dijelaskan dalam Sistem Informasi Akuntansi. Semoga artikel tentang Pengertian Akuntansi Pajak ini bisa bermanfaat untuk anda. Terima kasih.

Pembahasan Akuntansi Biaya yang Mudah Dimengerti

Pembahasan Akuntansi Biaya yang Mudah Dimengerti


Pembahasan Akuntansi Biaya yang Mudah Dimengerti - Pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai salah satu bahasan lanjutan dari akuntansi dasar, yakni akuntansi biaya. Akuntansi Biaya sering dipakai pada perusahaan manufaktur, dimana sebuah perusahaan itu membeli barang mentah, kemudian memprosesnya dan menjualnya. Jadi tidak seperti perusahaan dagang yang hanya membeli barang dan menjualnya lagi. Karena di perusahaan manufaktur, kita itu “memproses” jadi bisa disimpulkan bahwa kita mengolah barang mentah menjadi barang jadi. Jadi untuk menentukan Harga Pokok Produksi maka diperlukan biaya- biaya yang terlibat dalam memproses barang. Macam-macam biaya yang dibahas dalam Sistem Informasi Akuntansi adalah  :

1. Biaya Bahan Baku

    Biaya yang timbul karena adanya pemakaian bahan baku / bahan mentah dalam proses memproduksi barang/ produk

2. BTKL ( Biaya Tenaga Kerja Langsung )

    Biaya yang timbul karena pemakaian tenaga kerja yang digunakan untuk mengolah/ memproduksi barang. Jadi, gaji untuk membayar tenaga kerja ini disebut Biaya Tenaga Kerja Langsung.
3. BOP (Biaya Overhead Pabrik )
    Biaya yang timbul karena pemakaian fasilitas untuk mengolah barang berupa mesin,alat,tempat kerja dan kemudahan lainnya.
    Yang termasuk dalam BOP adalah :
    1. Bahan Penolong
    2. BTKTL ( Biaya Tenaga Kerja Tidak Langsung )
    3. Beban Listrik pabrik

4. Biaya operasional pabrik

Jadi selain ketiga komponen diatas, juga terdapat biaya komersial. Yang dimaksud dengan biaya komersial adalah biaya yang timbul diluar dari kegiatan produksi seperti biaya pemasaran dan biaya admin dan umum.

Demikian adalah Pembahasan Akuntansi Biaya yang Mudah Dimengerti, semoga bermanfaat ya!

Selasa, 24 November 2015

Pendapatan Diterima Dimuka / Prepaid Income

Pendapatan Diterima Dimuka / Prepaid Income  -  Pengertian Pendapatan Diterima di Muka

Pendapatan Diterima Dimuka atau Prepaid Income adalah pendapatan dari suatu barang ataupun jasa yang masih belum diterima. Jadi kapankah sebuah pendapatan harus diakui sebagai pendapatan di terima dimuka? kapankah pendapatan diakui sebagai pendapatan jasa atau penjualan aja? Apabila terjadi ketidaksesuaian pengakuan suatu pendapatan, apa yang seharusnya dilakukan? Pasti pertanyaan tersebut dan berbagai pertanyaan lainnya seputar Sistem Informasi Akuntansi mengganggu pikiran anda. Maka karena itu, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Pendapatan Diterima Dimuka / Prepaid Income.



 Pengakuan Penjualan atau Pendapatan Jasa.

Suatu pendapatan jasa ataupun penjualan diakui ketika barang ataupun jasa telah diserahkan, paling lambat ketika kas sudah diterima. Apabila barang atau jasa telah diserahkan ke kostumer, akan tetapi pembayaran atau kas masih belum diterima, maka penjualan dicatat dengan cara mendebit akun piutang. namun apabila kas telah diterima, penjualan atau pendapatan jasa tentunya dicatat dengan cara mendebet akun kas. 

Tapi, kenapa jika barang atau jasa masih belum diserahkan, penjualan atau pendapatan jasa tidak diakui dulu?

Satu hal yang patut diingat, karena di dalam dunia akuntansi, sebuah prinsip kesesuaian masih berlaku, bisa disandingkan (the matching principle), yang berarti tiap pengorbanan ekonomi (beban/biaya/pengeluaran) yang diakui harus disandingkan dengan gain atau manfaat yang ditimbulkannya pada periode waktu yang sama. Simpelnya, dari tiap beban yang muncul hendaknya bisa disandingkan dengan penjualan atau pendaptan yang diperoleh, begitu pula sebaliknya untuk tiap pendapatan mestinya bisa disandingkan dengan beban (expenses) yang muncul. Demikian adalah penjelasan singkat mengenai Pendapatan Diterima Dimuka / Prepaid Income, semoga membantu.

Jenis-Jenis Akuntansi

jenis-jenis akuntansi


Jenis-Jenis Akuntansi - Akuntansi sebagai suatu seni yang mendasarkan pada logika matematik - sekarang dikenal sebagai “pembukuan berpasangan” (double-entry bookkeeping) - yang sudah dipahami di Italia sejak tahun 1495 pada saat Luca Pacioli (1445 - 1517), ia juga dikenal sebagai Friar (Romo) Luca dal Borgo, telah mempublikasikan bukunya tentang “pembukuan” di Venice. Sementara itu buku berbahasa Inggris pertama diketahui dipublikasikan di London oleh John Gouge atau Gough pada tahun 1543.

Jenis-jenis akuntansi adalah :

-    Akuntansi biaya

Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisis terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai. 

-    Akrual basis dan kas basis 

-    Akuntansi keuangan

 Akuntansi keuangan adalah bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pihak luar, seperti pemegang saham, kreditor, pemasok, serta pemerintah. Prinsip utama yang dipakai dalam akuntansi keuangan adalah persamaan akuntansi (Aset = Liabilitas + Ekuitas). Akuntansi keuangan berhubungan dengan masalah pencatatan transaksi untuk suatu perusahaan atau organisasi dan penyusunan berbagai laporan berkala dari hasil pencatatan tersebut. Laporan ini yang disusun untuk kepentingan umum dan biasanya digunakan pemilik perusahaan untuk menilai prestasi manajer atau dipakai manajer sebagai pertanggungjawaban keuangan terhadap para pemegang saham.

-    Akuntan internal dan Akuntan eksternal

-    Akuntansi manajemen
 Akuntansi Manajemen atau Akuntansi Manajerial adalah sistem akuntansi yang berkaitan dengan ketentuan dan penggunaan informasi akuntansi untuk manajer atau manajemen dalam suatu organisasi dan untuk memberikan dasar kepada manajemen untuk membuat keputusan bisnis yang akan memungkinkan manajemen akan lebih siap dalam pengelolaan dan melakukan fungsi kontrol.

-    Akuntansi proyek


Prinsip inti akuntansi keuangan modern ada pada sistem pembukuan berpasangan. Jadi sistem ini meliputi pembuatan paling tidak dua masukan untuk setiap transaksi: satu debit pada suatu akun, serta satu kredit terkait pada akun lain. Jadi jumlah keseluruhan debit harus selalu sama dengan jumlah keseluruhan kredit. Teknik ini akan memudahkan pemeriksaan jika terjadi kesalahan. Menurut sejarah, teknik ini diketahui pertama kali digunakan pada abad pertengahan di Eropa, sekalipun ada pula yang berpendapat bahwa cara ini sudah digunakan sejak zaman Yunani kuno. Demikian adalah Jenis-jenis akuntansi dalam pembahasan lebih rinci mengenai Sistem Informasi Akuntansi. Semoga bermanfaat.

Senin, 23 November 2015

Pencatatan Ayat Jurnal Penyesuaian (Perusahaan Jasa) Bagian 1

Pencatatan Ayat Jurnal Penyesuaian (Perusahaan Jasa) -  Penyesuaian-penyesuaian yang dibuat oleh perusahaan jasa setiap akhir periode dilakukan terhadap elemen-elemen sebagai berikut:

1. Piutang Pendapatan

Yang dimaksud dengan piutang pendapatan adalah pendapatan yang sudah diperoleh tetapi masih belum diterima atau belum dicatat dalam rekening-rekening. Oleh karena itu setiap akhir periode harus dibuat penyesuaian untuk mencatat pendapatan itu.

Contoh: PT. ANTIMUNDUR memiliki bunga investasi obligasi yang diterima tiap tanggal 1 Maret dan 1 September. Pada setiap tanggal pembayaran bunga diterima sejumlah Rp 240.000,00. Maka pada tanggal 31 Desember 2010 bunga yang sudah merupakan pendapatan dihitung sebagai berikut:

1 September sampai dengan 31 Desember = 4 bulan.
Bunga berjalan: 4/6 * Rp 240.000 = Rp 160.000,00
Jurnal penyesuaian yang dibuat pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut:



 
2. Utang Biaya (Biaya yang Masih Harus Dibayar)

Utang biaya adalah biaya-biaya yang sudah terjadi tetapi belum dibayar dan belum dicatat dalam rekening-rekening. Oleh karena itu setiap akhir periode harus dibuat penyesuaian agar biaya-biaya seperti itu dapat dibebankan dalam periode yang bersangkutan.

Contoh: Pada tanggal 31 Desember 2010 masih harus dibayar gaji pegawai sebesar Rp 1.000.000,00.

Jurnal penyesuaian yang harus dibuat pada tanggal 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut:




3. Pendapatan Diterima Di Muka

Apa yang dimaksud dengan pendapatan diterima di muka adalah penerimaan dari pendapatan tetapi bukan merupakan pendapatan untuk periode tersebut, atau dengan kata lain merupakan pendapatan periode yang akan datang yang diterima dalam periode sekarang. Maka karena itu penerimaan ini tidak dapat diakui sebagai pendapatan periode saat ini.

Contoh: Pada tanggal 1 Mei 2010 perusahaan menyewakan gudang dengan ongkos sewa 1 tahun adalah Rp 3.600.000,00


Pencatatan Ayat Jurnal Penyesuaian (Perusahaan Jasa) Bagian 1
 Jadi terdapat dua pendekatan dalam mencatat pendapatan diterima di muka, yakni pendekatan neraca dan pendekatan rugi laba.

(1) Pendekatan Neraca, bila perusahaan menggunakan pendekatan neraca maka perusahaan akan mencatat uang yang diterima sebagai pendapatan diterima di muka (utang) dan akan diakui sebagai pendapatan bila perusahaan telah melakukan pekerjaan yang diminta oleh pelanggan.

Pada tanggal 1 Mei 2010 jurnal yang dibuat oleh perusahaan karena sudah menerima uang sebagai pembayaran di muka adalah sebagai berikut :

Demikian adalah Pencatatan Ayat Jurnal Penyesuaian (Perusahaan Jasa) Bagian 1, simak juga berbagai macam artikel lainnya di blog ini. Misalnya saja adalah Ayat Jurnal Penyesuaian.

AYAT JURNAL PENYESUAIAN

AYAT JURNAL PENYESUAIAN - Berikut ini akan membahas mengenai ayat jurnal penyesuaian yang penting halnya dalam Sistem Informasi Akuntansi. Semoga bisa membantu anda yang tengah mencari informasi seputar akuntansi, misalnya ayat jurnal penyesuaian.
    
Ayat jurnal penyesuaian (Memorial) adalah jurnal yang dibuat untuk menyesuaikan saldo perkiraan-perkiraan ke saldo yang sebenarnya sampai akhir periode akuntansi, atau untuk memisahkan penghasilan atau biaya dari suatu periode dengan periode yang lain.

Penyesuaian tidak berarti pembetulan dari kesalahan yang terjadi, karena setiap kesalah pada komputer akuntansi dapat langsung dilakukan pada record yang diketahui salah. Penyesuaian merupakan hal yang penting pada sistem periodical system yang dilakukan pada saat penyusunan laporan keuangan. Perpetual system sesungguhnya tetap membutuhkan penyesuaian hanya saja dilakukan dalam waktu yang tidak ditentukan, sehingga banyak yang mengatakan dalam perpetual system tidak dibutuhkan penyesuaian.

AYAT JURNAL PENYESUAIAN
AYAT JURNAL PENYESUAIAN


Hal-hal yang perlu mendapat penyesuaian pada akhir periode akuntansi adalah :

    Persediaan barang dagang (inventory of merchandise)
    Biaya dibayar di muka (Prepaid expenses)
    Penghasilan diterima dimuka (accruals receivable)
    Baya yang masih harus dibayar (Accruals payable)
    Penyusutan aktiva tetap(depretion of fixes assets)
    Taksiran piutang tak tertagih

Contoh:

Bila kita merima pesanan (Purchase Order) suatu barang dari customer, dengan menerima pembayaran dimuka sesuai aturan tertentu yang ditetapkan misalnya 50%. Cash yang kita terima tersebut adalah bagian dari hutang kita terhadap bayer sejumlah cash yang kita terima. Utang tersebut biasanya dibukukan pada rekening “Pendapatan diterima dimuka”. Pada saat barang yang dipesan sudah kita penuhi bagian piutang akan mencatat sejumlah total invoice padahal piutang seharusnya adalah sebesar 50% dan pedapatan diterima dimuka seharus menjadi 0 (Nol). Pada saat ini diperlukan jurnal memorial untuk menghapus pembayaran dimuka dengan mendebet hutang(pendapat diterima dikumka)  dan mengkredit piutang. Dalam kasus ini kami membuat memorial kredit yang secara automatis membuat ayat jurnal memorial yang mengkredit piutang dan mendebet penadapan diterima dimuka.

Dalam menangani Jurnal Penyesuaian menggunakan 3 form elektronik yakni :

-    Memorial Debet : Form untuk membuat memorial yang secara automatis akan mengupdate buku utang, membuat jurnal memorial yang akan mendebet Hutang Dagang dan mengktedit biaya dibayar dimuka.  (terhubung ke data supplier)
-    Memorial Kredit  :  Form untuk membuat memorial debet yag secara utomatis mengupdate buku piutang, membuat jurnal memorial yang akan mendebet Pendapatan diterima dimuka dan mengktedit Piutang Dagang. (terhubung ke data customer)
-    Serba serbi : Form ini tidak terhubung dengan buku transaksi contoh : penyesuaian persediaan.

Demikian adalah AYAT JURNAL PENYESUAIAN, silahkan disimak juga artikel lainnya di blog ini. Misalnya saja adalah Analisis Demografi Dalam Sistem Informasi Akuntansi.

Minggu, 22 November 2015

ANALISIS DEMOGRAFI DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

ANALISIS DEMOGRAFI DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI - Membahas tentang Analisis Demografi, melihat pada suatu pemasaran produk, maka analisis demografi harus dilakukan. Hal tersebut berguna untuk mengetahui trend demografis produk yang dipasarkan. Jadi data dalam demografi pemasaran dapat terdiri dari usia, ras, jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan, mobilitas, kepemilikan rumah, lokasi, status, pekerjaan, dan tingkat pendidikan. Kemudian apabila demografi konsumen telah di lakukan, lantas hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan analisis demografi agar demografi yang telah dilakukan dapat kita ketahui hasilnya setelah kita melakukan analisis atas demografi sesuai dengan Sistem Informasi Akuntansi yang telah kita buat sebelumnya.

ANALISIS DEMOGRAFI DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
ANALISIS DEMOGRAFI DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI


Ilmu demografi terbagi menjadi dua, yaitu :

Menurut Adolphe Landry (1945) ia menyarankan dibedakan antara istilah demografi murni dan studi kependudukan.

a. Demografi murni (pure demography).
Demografi formal yang menghasilkan teknik-teknik untuk menghitung indikator indikator kependudukan. Studi atau analisis kependudukan yang lebih luas.

b. Studi mengenai hubungan antara faktor-faktor perubahan penduduk dan faktor-faktor pembangunan. Studi yang berusaha memberi penjelasan tentang sebab akibat perubahan variabel demografi.

Manfaat analisis demografi

Manfaat analisis demografi, yaitu :

1. Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu.
2. Menjelaskan pertumbuhan penduduk pada masa lampau, kecenderungannya, dan persebarannya dengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia.
3. Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam-macam aspek organisasi sosial, ekonomi, budaya, lingkungan dan lain-lain.
4. Pemperkirakan pertumbuhan penduduk (proyeksi penduduk) pada masa yang akan datang dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya.

Sumber data demografi

Sumber data demografi yang pokok adalah Registrasi Penduduk, Sensus Penduduk, dan Penelitian (Survai). Ada juga sumber yang lainnya, misal: catatan-catatan dan dokumen-dokumen dari instansi pemerintah.

Demikian adalah ANALISIS DEMOGRAFI DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI, semoga bermanfaat.

PENGERTIAN SEGMENTASI PASAR

PENGERTIAN SEGMENTASI PASAR  - Postingan kali ini akan sedikit membahas mengenai Pengertian Segmentasi Pasar, beserta pembagian segmen pasar itu sendiri. Segmentasi pasar adalah pengelompokkan pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang homogen, yakni dimana tiap kelompok (bagian) dapat dpilih sebagai pasar yang dituju (ditargetkan) untuk pemasaran suatu produk. Agar segmentasi pasar atau pengelompokkan pasar dapat berjalan dengan efektif maka harus memenuhi syarat-syarat pengelompokkan pasar sebagai berikut ini :

1. Measurability, yaitu ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu pembeli harus dapat diukur atau dapat didekati.
2. Accessibility, yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dapat secara efektif memusatkan (mengarahkan) usaha pemasarannya pada segmen yang telah dipilih.
3. Substantiability, yaitu segmen pasar harus cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program pemasarannya.
3. Substantiability, yaitu segmen pasar harus cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dapat dipertimbangkan program-program pemasarannya.

Pengertian Segmentasi Pasar


Kemudian pembagian segmen pasar terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu :

1. Segmentasi pasar konsumen

Yaitu membentuk segmen pasar dengan menggunakan ciri-ciri konsumen (consumer characteristic), kemudian perusahaan akan menelaah apakah segmen-segmen konsumen ini menunjukkan kebutuhan atau tanggapan produk yang berbeda.

2. Segmentasi pasar bisnis

Yaitu membentuk segmen pasar dengan memperhatikan tanggapan konsumen (consumer responses) terhadap manfaat yang dicari, waktu penggunaan, daan merek.

3. Segmentasi pasar yang efektif (Fandy Ciptono, 2001)

* Dapat diukur (measurable), ukuran, daya beli, profil segmen;
* Besar segmen (subtantial): cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani;
* Dapat dijangkau (accessible): dapat dijangkau dan dilayani secara efektif;
* Dapat dibedakan (differentiable): secara konseptual dapat dipisahkan dan memberi tanggapan yang berbeda terhadap elemen dan program bauran;
* Dapat diambil tindakan (actionable): program yang efektif dapat dirumuskan untuk menarik dan melayani segmen tersebut.

Demikian adalah Pengertian Segmentasi Pasar di dalam Sistem Informasi Akuntansi, semoga bermanfaat.

PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN

PENGERTIAN PERILAKU KONSUMEN - Pengertian perilaku konsumen dalam Sistem Informasi Akuntansi berbeda-beda jika ditilik melalui cara pandang para ahli akuntansi. Namun secara garis besar, perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Jadi bisa dikatakan bahwa perilaku konsumen adalah merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian.

Pengertian perilaku konsumen
Pengertian Pelaku Konsumen

Berikut adalah Pengertian Perilaku Konsumen Menurut Para Ahli :

 James F Engel

Perilaku konsumen sebagai tindakan-tindakan individu secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomi termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahuli dan menentukan tindakan-tindakan tersebut (1988:8)

David L Loundon

Perilaku konsumen sebagai proses pengambilan keputusan dan aktivitas individu secara fisik yang dilibatkan dalam mengevaluasi, memperoleh, menggunakan atau dapat mempergunakan barang-barang atau jasa (1984:6).

Gerald Zaltman

Perilaku konsumen adalah tindakan-tindakan, proses dan hubungan sosial yang di lakukan oleh individu, kelompok dan organisasi dan mendapatkan, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalaman dengan produk, pelayanan dan dumber-sumber lainya. (1979:6)

Berdasarkan beberapa macam definisi di atas maka semua bisa menyimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan (pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk) yang dilakukan oleh individu, oleh kelompok dan juga organisasi dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa.

Selasa, 10 November 2015

PERSEPSI KONSUMEN

Persepsi konsumen. Persepsi didefinisikan sebagai proses yang dilakukan individu memilih, mengatur dan menafsirkan stimuli ke dalam gambar yang berarti dan masuk akal mengenai dunia. Persepsi mempunyai implikasi strategi bagi para pemasar, karena para konsumen mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka rasakan, daripada atas dasar realitas yang obyektif.

UNSUR-UNSUR PERSEPSI
SENSASI
Sensasi merupakan respon yang segera dan langsung dari alat pancaindera terhadap stimuli yang sederhana (iklan, kemasan, merk). Stimulus adalah setiap unit masukan yang diterima oleh panca indera. Kepekaan konsumen merujuk pada pengalaman berupa sensasi. Kepekaan terhadap stimuli berbeda-beda sesuai dengan perbedaan kualitas indera penerima individu dan besarnya atau intensitas stimuli yang dialaminya.

AMBANG ABSOLUT
Tingkat terendah dimana seseorang dapat mengalami sensasi disebut ambang absolut. Titik dimana seseorang dapat mengetahui perbedaan antara “ada sesuatu” dan “tidak ada apa-apa” merupakan ambang absolut orang itu terhadap stimulus tersebut. Dalam bidang persepsi, istilah penyesuaian diri khususnya merujuk pada “menjadi terbiasa” terhadap sensasi dan tingkat stimulasi tertentu.

AMBANG DIFERENSIAL (JUST NOTICEABLE DIFFERENCE)
Perbedaan terkecil (minimal) yang dapat dirasakan antara dua macam stimuli yang hampir serupa disebut ambang diferensial atau just noticeable difference (perbedaan yang masih dapat dilihat) disingkat j.n.d. Ernest Weber seorang ilmuwan Jerman abad 19 menemukan bahwa j.n.d. antara dua stimuli tidak merupakan jumlah absolut tetapi jumlah relative atas intensitas stimulus pertama. Hukum Weber menyatakan bahwa semakin besar stimulus pertama, semakin besar intensitas tambahan yang dibutuhkan supaya stimulus kedua dapat dirasakan perbedaannya.
Sebagai contoh, kenaikan $100 pada harga sebuah mobil mungkin tidak akan diperhatikan, tetapi kenaikan $1 pada harga premium (bensin) segera akan menjadi perhatian para konsumen, karena merupakan persentase yang berarti dari harga bensin sebelum terjadi kenaikan harga.

Aplikasi j.n.d ke Pemasaran
Para produsen dan pemasar berusaha menetapkan j.n.d. yang relevan untuk produk mereka karena dua alasan yang sangat berbeda yaitu:
  1. Supaya berbagai perubahan negatif (misalnya, pengurangan ukuran atau kualitas produk, atau peningkatan harga produk) tidak dapat dengan mudah dilihat oleh publik (tetap dibawah j.n.d.),
  2. Supaya perbaikan produk (seperti kemasan yang diperbaharui, ukuran yang diperbesar, atau harga yang lebih rendah) sangat jelas bagi para konsumen tanpa pemborosan yang tidak berguna (berada di tingkat atau sedikit di atas j.n.d.).
PERSEPSI SUBLIMINAL
Kebanyakan stimuli dirasakan oleh para konsumen di atas tingkat kesadaran mereka, tetapi stimuli yang lemah dapat dirasakan di bawah tingkat kesadaran, yaitu dapat merasakan stimuli tanpa secara sadar telah melakukannya. Stimuli yang terlalu lemah untuk terlihat atau terdengar secara sadar mungkin akan cukup kuat untuk dapat disadari oleh satu sel atau lebih penerima, proses ini disebut persepsi subliminal. Persepsi stimuli yang berada di atas tingkat kesadaran secara teknis disebut persepsi supraliminal walaupun biasanya agar lebih sederhana biasa disebut persepsi.

Riset Mengenai Persepsi Subliminal
Riset menyangkal pendapat bahwa stimuli subliminal mempengaruhi keputusan membeli konsumen. Serangkaian eksperimen laboratorium yang sangat imajinatif dan diadakan mengikuti dengar pendapat publik tersebut mendukung pendapat bahwa individu dapat merasakan sesuatu di bawah tingkat kesadaran mereka, tetapi tidak menemukan bukti bahwa mereka dapat dibujuk untuk bertindak sebagai respon terhadap stimulasi subliminal.
Mengevaluasi Keefektifan Persuasi Subliminal

Suatu tinjauan literatur menyatakan bahwa riset persepsi subliminal berdasarkan pada dua pendekatan teoritis, yaitu:
  1. Pengulangan stimuli yang sangat lemah secara terus-menerus mempunyai pengaruh tambahan yang memungkinkan stimuli itu membangun daya tanggapan terhadap berbagai penyajian.
  2. Stimuli seksual subliminal menimbulkan motivasi seksual yang tidak disadari
Meskipun demikian, belum ada studi yang menunjukkan bahwa salah satu pendekatan teoritis ini telah digunakan secara efektif oleh para pemasang iklan untuk meningkatkan penjualan. Ringkasnya, walaupun ada bukti bahwa stimuli subliminal dapat mempengaruhi reaksi afektif, namun tidak ada bukti bahwa stimulasi subliminal dapat mempengaruhi motif atau tindakan konsumsi.

DINAMIKA PERSEPSI
Individu sangat selektif mengenai stimuli mana yang mereka “akui”, secara tidak sadar mengorganisir stimuli yang benar-benar mereka akui menurut prinsip-prinsip psikologis yang dipegang secara luas dan menginterpretasikan stimuli tersebut secara subyektif sesuai dengan kebutuhan, harapan, dan pengalaman. Tiga aspek persepsi adalah seleksi, organisasi, dan interprestasi stimuli.

SELEKSI BERDASARKAN PERSEPSI
Para konsumen secara tidak sadar banyak menggunakan kemampuan memilih aspek-aspek lingkungan mana (stimuli mana) yang mereka rasakan. Stimuli mana yang terpilih tergantung pada dua faktor utama selain sifat stimulus itu sendiri, yaitu:
  1. Pengalaman konsumen sebelumnya, karena hal tersebut mempengaruhi harapan-harapan mereka (apa yang mereka siapkan atau “tetapkan” untuk dilihat),
  2. Motif mereka pada waktu itu (kebutuhan, keinginan, minat, dan sebagainya).
Setiap faktor ini dapat membantu meningkatkan atau mengurangi kemungkinan bahwa suatu stimulus akan dirasakan.

Berbagai Konsep Penting Mengenai Persepsi Selektif
Pemilihan stimuli konsumen dari lingkungan berdasarkan pada interaksi berbagai harapan dan motif mereka dengan stimulus itu sendiri. Prinsip persepsi yang selektif meliputi konsep-konsep berikut ini: pembukaan diri yang selektif, perhatian yang selektif, pertahanan terhadap persepsi, dan halangan persepsi.

PENGELOMPOKAN PERSEPSI
Para konsumen mengorganisasikan semua persepsi mereka menjadi satu keseluruhan. Prinsip-prinsip khusus yang mendasari pengelompokkan persepsi seringkali disebut psikologi Gestalt. Tiga prinsip yang paling dasar adalah figur dan dasar, pengelompokan, dan penyelesaian.

INTERPRETASI PENAFSIRAN PERSEPSI
Penafsiran stimuli sangat subyektif dan didasarkan pada apa yang diharapkan konsumen untuk dilihat dari pengalaman sebelumnya, banyaknya penjelasan yang masuk akal yang dapat dibayangkannya, motif dan minat pada waktu timbulnya persepsi, dan kejelasan stimulus itu sendiri. Pengaruh yang cenderung menyimpangkan penafsiran yang obyektif diantaranya:
  • Penampilan fisik,
  • Stereotip,
  • Berbagai petunjuk (isyarat) yang tidak relevan,
  • Kesan pertama, dan
  • Kecenderungan mengambil keputusan yang terlalu cepat.
BERBAGAI CITRA KONSUMEN
Sebagaimana para individu merasakan citra diri sendiri, mereka juga merasakan citra produk dan citra merk. Produk dan merk mempunyai nilai simbolis bagi individu, yang menilainya atas dasar konsistensi (kesesuaian) dengan gambaran pribadi mengenai diri sendiri.

PENGATURAN DAN PENGATURAN ULANG POSISI PRODUK
Citra yang dipunyai produk tertentu dalam pikiran konsumen yaitu pengaturan posisinya, yang mungkin lebih penting bagi sukses akhir daripada karakteristik produk yang sebenarnya. Produk dan jasa yang dirasa menyenangkan mempunyai peluang yang jauh lebih baik untuk dibeli daripada produk dan jasa yang mempunyai citra tidak menyenangkan atau netral. Tanpa memperhatikan seberapa baik posisi produk tertentu, pemasar mungkin terpaksa mengatur ulang posisi produk untuk merespon peristiwa pasar (seperti pesaing mengurangi pangsa pasar merknya), atau memenuhi perubahan kelebih-sukaan konsumen, dan lain sebagainya.

PENGATURAN POSISI JASA
Dibandingkan dengan perusahaan pabrikan, para pemasar jasa menghadapi beberapa masalah yang unik dalam mengatur posisi dan mempromosikan penawaran. Karena jasa tidak dapat dilihat, citra menjadi faktor kunci dalam membedakan faktor jasa dari para pesaingnya. Dengan demikian, tujuan pemasaran adalah untuk memungkinkan konsumen menghubungkan suatu citra khusus dengan merk khusus.

PANDANGAN ATAU PERSEPSI MENGENAI HARGA
Bagaimana konsumen memandang harga tertentu (tinggi, rendah, wajar) mempunyai pengaruh yang kuat terhadap maksud membeli dan kepuasan membeli. Para konsumen mengandalkan harga acuan internal maupun eksternal ketika menilai kewajaran harga. Harga acuan adalah setiap harga yang digunakan konsumen sebagai dasar perbandingan dalam menilai harga lain. Harga acuan internal adalah harga-harga (rentang harga) yang didapat kembali oleh konsumen dari ingatan.

KUALITAS YANG DIRASAKAN ATAU DIPERSEPSIKAN
Para konsumen sering menilai kualitas suatu produk atau jasa berdasarkan berbagai macam isyarat informasi, beberapa diantaranya intrinsik terhadap produk (seperti, warna, ukuran, rasa, aroma), sedangkan yang lain bersifat ekstrinsik (misalnya, harga, citra toko, citra merk, lingkungan jasa). Dalam keadaan tidak adanya pengalaman langsung atau informasi lain, parakonsumen sering mengandalkan harga sebagai indikator kualitas.

Skala SERVQUAL, dirancang untuk mengukur kesenjangan harga antara harapan pelanggan mengenai pelayanan dan persepsi konsumen mengenai pelayanan yang diberikan, yang didasarkan pada lima dimensi berikut ini:
  1. Nyata, penampilan fasilitas fisik, peralatan, personalia, dan alat-alat komunikasi.
  2. Reliabilitas, kemampuan menyelenggarakan pelayanan yang dijanjikan, yang bisa diandalkan dan akurat.
  3. Daya tangkap, kesediaan untuk membantu pelanggan dan memberikan pelayanan yang cepat.
  4. Jaminan, pengetahuan dan sopan santun karyawan dan kemampuan mereka untuk menimbulkan kepercayaan dan keyakinan.
  5. Empati, kepedulian dan perhatian perorangan yang diberikan perusahaan kepada pelanggan.
CITRA TOKO RITEL
Toko-toko ritel (toko eceran) mempunyai citra toko itu sendiri yang membantu mempengaruhi kualitas produk yang dirasakan, maupun keputusan konsumen mengenai dimana akan berbelanja. Suatu studi mengenai citra toko ritel yang didasarkan pada strategi penetapan harga komparatif menemukan bahwa para konsumen cenderung menganggap toko-toko yang menawarkan diskon kecil pada sejumlah barang sebagai toko yang secara keseluruhan menawarkan harga-harga yang lebih rendah daripada toko-toko pesaing yang memberikan diskon yang lebih besar pada lebih sedikit produk

CITRA PABRIKAN
Citra konsumen meluas melampaui harga dan citra toko yang dirasakan terhadap produsennya sendiri. Pabrikan yang menikmati citra yang baik biasanya merasakan bahwa berbagai produk mereka yang baru lebih mudah diterima daripada produk pabrikan yang mempunyai citra yang kurang baik atau citra yang netral.

RISIKO YANG DIRASAKAN
Para konsumen sering merasa adanya risiko dalam melakukan pilihan produk karena adanya ketidakpastian mengenai konsekuensi keputusan produk mereka. Tipe risiko utama yang paling sering dirasakan para konsumen ketika mengambil keputusan mengenai produk meliputi:
  • Risiko Fungsional adalah risiko bahwa produk tidak mempunyai kinerja seperti yang diharapkan.
  • Risiko Fisik adalah risiko terhadap diri dan orang lain yang dapat ditimbulkan produk.
  • Risiko Keuangan adalah risiko bahwa produk tidak akan seimbang dengan harganya.
  • Risiko Sosial adalah risiko bahwa pilihan produk yang jelek dapat menimbulkan rasa malu dalam lingkungan social.
  • Risiko Psikologis adalah risiko bahwa pilihan produk yang jelek dapat melukai ego konsumen.
  • Risiko Waktu adalah risiko bahwa waktu yang digunakan untuk mencari produk akan sia-sia jika produk tersebut tidak bekerja seperti yang diharapkan.
Para konsumen mengembangkan strategi mereka sendiri untuk mengurangi resiko yang diharapkan meliputi:
  • Konsumen mencari informasi,
  • Konsumen setia kepada merk,
  • Konsumen memilih berdasarkan citra merk,
  • Konsumen mengandalkan citra toko (pedagang ritel yang mempunyai nama baik),
  • Konsumen membeli model yang termahal,
  • Konsumen memberi jaminan.








Referensi:
Schiffman, L.G., & Kanuk, L.L. 2007. Consumer Behaviour, 9th ed. New Jersey, Pearson Prentice Hall.