Rabu, 26 November 2014

SISTEM AKUNTANSI UTANG

SISTEM AKUNTANSI UTANG
SISTEM AKUNTANSI UTANG

1. Prosedur Pencatatan Utang
Prosedur pencatatan utang adalah prosedur sejak utang/kewajiban perusahaan timbul sampai dengan pencatatannya dalam perkiraan/rekening utang. Utang muncul karena adanya pembelian barang atau jasa secara kredit. Karena itu sistem akuntansi utang sangat terkait dengan prosedur pencatatan utang dan prosedur distribusi pembelian.

2. Prosedur Pencatatan Utang Sistem Pemerosesan Transaksi Pembelian
Sistem transaksi pembelian bertujuan untuk memastikan bahwa semua pemesanan dilakukan berdasarkan kebutuhan, barang pesanan diterima dalam kondisi yang baik, barang yang diterima masuk gedung dalam keadaan lengkap, pembelian tersebut dicatat dan diklasifikasikan secepatnya dan secara akurat, dan pengurangan utang akan diterima untuk barang yang diretur atau dijual kembali.

3. Sistem Retur Pembelian
Sistem retur pembelian digunakan dalam perusahaan untuk pengembalian barang yang sudah dibeli kepada pemasok. Karena adanya ketidakcocokan dengan spesifikasi yang tercantm dalam surat order pembelian, barang mengalami kerusakan dalam pengiriman yang dijanjikan oleh pamasok.

Fungsi yang terkait
Fungsi yang terkait dalam sistem retur pembelian adalah:
1. Fungsi Gudang
Bertanggung jawab untuk menyerahkanbarang kepada fungsi pengiriman, seperti yang tercantum dalam tembusan memo debet yang diterima dari fungsi pembelian.
2. Fungsi Pembelian
Bertanggungjawab untuk mengeluarkan memo debet untuk retur pembelian.
3. Fungsi Pengiriman
Bertanggung jawab untuk mengirimkan kembali barang kepada pemasok sesuai perintah retur pembelian dalam memo debet yang diterima dari fungsi pembelian.
4. Fungsi Akuntansi
Bertanggung jawab untuk mencatat:
a. Transaksi retur penjualan dalam jurnal retur pembelian atau jurnal umum.
b. Berkurangnya harga pokoko persediaan karena retur pembelian dalam kartu persediaan
c. Berkurangnya utang yang timbul dari transaksi retur pembelian dalam arsip bukti kas keluaryang belum dibayar atau dalam kartu utang.

Dokumen yang digunakan
Dokumen yang digunakan dalam sistem retur pembelian adalah:
1. Memo Debit
Merupakan formulir yang diisi oleh fungsi pembelian yang memberikan otorisaso bagi fungsi pengiriman untuk mengirimkan kembali barang yang telah dibeli oleh perusahaan dan bagi fungsi kauntansi untuk mendebit rekening utang karena transaksi retur pembelian.
2. Laporan Pengiriman Barang
Dokumen ini dibuat oleh fungsi pengiriman untuk melaporkan jenis kuantitas barang yang dikirimkan kembali kepada pemasok sesuai dengan perintah retur pembelian dalam memo debet dari fungsi pembelian.

Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi retur pembelian:
1. Juranl Retur Pembelian Atau Penjulan Umum
Digunakan untuk mencatat transaksi retur penjualan yang mengirangi jumlah persediaan dan utang dagang.
2. Kartu Persediaan
Digunakan untuk mencatat berkurangnya harga pokok persediaan karena dikembalikannya barang yang telah dibeli kepada pemasok

3. Kartu Utang
Digunakan untuk mencatat berkurangnya utang kepada debitur akibat pengembalian barang.

Jaringan prosedur yang membentuk sistem retur pembelian
1. Prosedur Perintah Retur Pembelian
Retur pembelian terjadi atas perintah fungsi pembelian kepada fungsi pengiriman untuk mengirimkan kembali barang yang telah diterima oleh fungsi pengiriman (dalam sistem akuntansi pembelian). Dokumen yang digunakan adalah memo debit.
2. Prosedur Pengiriman Barang
Fungsi pengiriman mengirimkan barang kepada pemasok sesuai dengan perintah retur pembelian yang tercantum dalam memo debit.
3. Prosedur Pencatatan Utang
Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi memeriksa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan retur pembelian dan menyelenggarakna pencatatan berkurangnya uutang dalam kartu utang atau mengarsipkan dokumen memo debet sebagai pengurangn utang.

Unsur pengendalian intern
Organisasi
1. Fungsi pembelian harus terpisah dari fungsi akuntansi
2. Transaksi retur pembelian harus dilaksanakan oleh fungsi pembelian, fungsi akuntansi yang lain. Tidak ada transaksi retur pembelian yang dilaksanakan secara lengkap oleh hanya satu fungsi tersebut.
Sistem otorisasi dan prosedur pencatatan
3. Memo debet untuk retur pembelian diotorisasi oleh fungsi pembelian
4. Laporan pengiriman barang untuk retur pembelian diotorisasi oleh fungsi pengiriman barang.
5. Pencatatan berkurangnya utang jarena retur pembelian didasarkan pada memo debet yang didukung dengan laporan pengiriman barang.
6. Pencatatan kedalam jurnal umum diotorisasi oleh fungsi akuntansi.
Praktik yang sehat
7. Memo debit untuk retur bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggung jawabkan oleh fungsi pembelian.
8. Laporan pengiriman barang bernomor urut tercetak dan pemakaiannya dipertanggung jawabkan oleh fungsi pengiriman.
9. Catatan yang berfungsi sebagai buku pembantu utang secara periodik direkonsiliasi dengan rekening kontrol utang dalam buku besar.

Prosedur pencatatan utang
Ada dua prosedur pencatatan utang:
Account payable procedure
Dokumen yang digunakan dalam account payable procedur adalah:
a. Faktur dari pemasok
b. Kuwitansi tanda terim auang yang ditandatangani oleh pemasok atau tembusan pemberitahuan (remittance advice) yang dikirim pemasok, yang keterangan untuk pembayaran tersebut dilakukan.

Catatan akuntansi yang digunaan dalam account payable procedure adalah:
a. Kartu Utang, digunakan untuk mencatat mutasi dan saldo utang kepada tiap kreditur.
b. Jurnal pembelian, digunakan untuk mencatat transaksi pembeian
c. Jurnal pengeluaran kas, digunaakn untuk mencatat transaksi pembayaran utang dan pengeluaran kas yang lain.

Prosedur pencatatan utang dengan account payable procedure adalah sebagai berikut :
Pada saat faktur dari pemasok telah disetujui untuk dibayar :
1. Faktur dari pemasok dicatat dalam jurnak pembelian
2. Informasi dalam jurnal pembelian kemudian di posting ke dalam kartu utang diselenggarakan untuk setiap kreditur.
Pada saat jumlah dalam faktur dibayar :
3. Cek dalam jurnal pengeluaran kas
4. Informasi dalam jurnal pengeluaran kas yang bersangkutan dengan pembayaran utang diposting kedalam kartu utang.

Voucher payable procedures
Dokumen yang digunakan dalam voucher payable procedures adalah:
Bukti kas keluar:
Formulir ini mempunyai tiga fungsi :
1. Sebagai surat perintah kepada bagian kas untuk melakukan pengeluaran kas sesuai yang trcantum didalamnya.
2. Sebagai pemberitahuan kepada kreditur mengenai tujuan pembeyarannya (sebagai remittance advice).
3. Sebagai media untuk dasar pencatatan utang dan persediaan atau distribusi lain

Catatan akuntansi yang digunakan dalam voucher payable procedures adalah sebagai berikut:
1. Register bukti kas keluar (voucher register)
2. Register cek (check register)

Prosedur pencatatan utang dengan voucher payable procedures dapat dibagi menjadi berikut:
1. One-Time Voucher Procedures
One-time voucher procedures dibagi menjadi dua bagian yaitu:
a. One-time voucher procedures dengan dasar tunai (cash basis)
Dalam procedure ini, faktur yang diteima oleh fungsi akuntansi dari pemasok disimpan dalam arsip sementara menurut tanggal jatuh temponya.
b. One-time voucher procedures dengan dasar waktu (accrual basis)
Dalam prosedur ini, pada saat faktur diterima oleh bagian utang dari pemasok langsung dibuatkan bukti kas keluar oleh bagian utang, yang kemudian atas dasr dokumen ini dilakukan pencatatan transaksi pembelian dalam register bukti kas keluar (voucher register).
2. Build-Up Voucher Procedures
Dalam prosedur ini, satu set voucher dapat digunakan untuk menmpung lebih dari satu faktur pasok. Dalam prosedur ini, arsip bukti kas keluar yang belum dibayar merupakan catatan utang yang diselenggarakan atas dasar wktu (accrual basis)


sumber:
edhipraptono

Senin, 24 November 2014

TIGA PILAR AKUNTANSI

TIGA PILAR AKUNTANSIAkuntansi merupakan pengetahuan yang dirancang dan dikembangkan oleh manusia. Dengan demikian produk akuntansi lebih tepat dianalogikan dengan produk teknologi seperti misalnya komputer, pesawat terbang, dsb. Di satu sisi, akuntansi harus berlandas pada pengetahuan yang kokoh dan mengikuti ketentuan-ketentuan yang memenuhi persyaratan logika. Di sisi lain, akuntansi seharusnya juga dirancang untuk memenuhi kebutuhan para penggunanya. 

Tiga Pilar Akuntansi yang saling mempengaruhi pengembangan akuntansi:

a. Matematika; akuntansi mendasarkan dari pada persamaan matematika dasar yang dituangkan dalam bentuk persamaan penggunaan dana = perolehan dana.

b.  Prinsip-prinsip dasar; akuntansi menggunakan prinsip-prinsip yang berlaku umum.

c. Rancang-bangun (perekayasaan); akuntansi terdiri dari fungsi dan metode yang dirancang-bangun agar dapat secara efektif dan efisien menghasilkan informasi keuangan yang berkualitas tinggi.

A. PILAR PERTAMA : MATEMATIKA

PENGGUNAAN DANA = PEMEROLEHAN DANA adalah rasionalitas akuntansi yang mendasarkan pada matematika. Pengguna dana dapat berupa aset (lazim dikenal sebagai aktiva/harta) yang dikuasai, biaya yang dikeluarkan, dan pengembalian ekuitas ke pemilik. Sedangkan perolehan dana dapat berasal dari utang (pinjaman dari kreditor), dari ekuitas (pendanaan yang berasal dari setoran modal pemilik dan laba yang dihasilkan dari kegiatan bisnis), dan pendapatan yang dihasilkan perusahaan



B. PILAR KEDUA: PRINSIP-PRINSIP

Seperti halnya produk teknologi, akuntansi juga mendasarkan diri pada prinsip-prinsip yang berlaku umum yang dikenal sebagai prinsip-prinsip akuntansi berterima umum. Per definisi, prinsip-prinsip akuntansi terima umum (PABU) terdiri dari “ seperangkat konsep, standar, prosedur, metode, konvensi, dan praktik yang sehat yang dijadikan pedoman dalam penerapan akuntansi” (suwardjono, 2002). PABU menjadikan informasi keuangan yang dihasilkan akuntansi dapat dipahami dan bermanfaat bagi banyak pengguna. Di Indonesia, salah satu jenis PABU adalah standar akuntansi keuangan (SAK) yang ditetapkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK).
PABU ditetapkan melalui pertimbangan yang rasional dan hati-hati. Berikut ini beberapa PABU yang terutama terkait dengan akuntansi keuangan; 

a.    Kesatuan usaha (economic entity concept)
b.    Periodisasi (Periodicity)
c.    Pencatatan berbasis akun (account-based entries)
d.    Satuan moneter (monetary unit)
e.    Substansi mengungguli bentuk (substance over form)
f.    Dasar akrual (accrual basis)
g.    Penandingan biaya dengan pendapatan (matching cost with revenue)
h.    Analisis manfaat & biaya (cost & benefit analysis)

Beberapa PABU diatas akan dibahas lebih lanjut pada bahasan berikutnya….

C.PILAR KETIGA : RANCANG BANGUN

Sebagai sebuah sistem maka fungsi-fungsi akuntansi harus dirancang-bangun secara sistematis agar penyediaan informasi keuangan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Rancang-bangun di akuntansi seharusnya bersifat dinamis agar akuntansi dapat menyajikan informasi keuangan yang sesuai kebutuhan para penggunanya.
Salah satu bentuk rancang-bangun akuntansi adalah penggunaan berbagai format media yang digunakan untuk pencatatan akuntansi. Sebagai contoh, format akun (sebagian orang awam menyebutnya rekening) dapat berbeda antar perusahaan; pada dasarnya, format, tata cara, maupun informasi yang disajikan di akun menggunakan rancangan yang dibuat dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perusahaan. Tersedianya beberapa bentuk neraca lajur (8 kolom, 10 kolom, dan 14 kolom) juga mencerminkan bahwa perkembangan akuntansi juga bergantung pada rancang-bangun yang dikembangkan para penggunanya.

PROFESI DI BIDANG AKUNTANSI

PROFESI DI BIDANG AKUNTANSI
PROFESI DI BIDANG AKUNTANSIJika nantinya memiliki kompetensi yang memadai bidang akuntansi maka anda dapat berperan aktif dan berkarir di berbagai bidang. Beberapa jenis karir di bidang akuntansi adalah sebagai berikut :
  1. Penyusun laporan keuangan : sebagai pihak internal perusahaan yang bertanggungjawab terhadap laporan keuangan yang diterbitkan.
  2. Analisis laporan keuangan; sebagai pihak independen yang memberi konsultasi dan rekomendasi kepada orang atau lembaga yang ingin melihat prospek suatu organisasi melalui evaluasi laporan keuangan.
  3. Auditor; sebagai pihak independen yang bertanggungjawab terhadap penilaian atas informasi keuangan suatu entitas. Terdapat beberapa tipe auditor, yaitu auditor internal, auditor eksternal, maupun auditor pemerintah.
  4. Praktisi perpajakan; sebagai pihak independen yang memberikan konsultasi dan rekomendasi tentang jumlah pajak yang harus dibayar individu maupun organisasi.
  5. Manajer keuangan; sebagai pihak internal perusahaan yang berperan mengoptimalkan pemerolehan dan penggunaan dana.
  6. Pengembang sistem informasi; sebagai pihak internal perusahaan atau pihak independen yang terlibat dalam pengembangan sistem informasi. Individu yang kompeten dibidang akuntansi dapat memberi usulan tentang sistem informasi yang sedang dikembangkan, atau terlibat aktif dalam perancangan dan implementasi sistem informasi.

Senin, 03 November 2014

Negosiasi Dalam Bisnis

Negosiasi Dalam Bisnis
Negosiasi Dalam Bisnis adalah aktivitas komunikasi antar dua pihak atau lebih, dimana antara mereka saling berdiskusi dalam bisnis mengenai apa yang menjadi kepentingan masing-masing

Hal-hal yang penting diperhatikan untuk menjadi negosiator bisnis yang baik

1. Ilmu negosiasi dalam bisnis
Seorang negosiator hendaknya menguasai bagaimana strategi yang baik untuk memulai proses negosiasi dalam bisnis, taktik selama menjalani negosiasi dalam bisnis, mengatasi hambatan yang timbul dan bagaimana mengakhiri negosiasi dalam bisnis.

2. Substansi masalah dalam bisnis
Seorang negosiator harus mengetahui
A. Informasi mengenai produk yang akan dibeli atau dijual (spesifikasi, proses produksi, manfaat, kekuatan, harga)
B. Informasi tentang perusahaan, kapasitas produksi, jalur distribusi 

3. Informasi mengenai mitra negosiasi dalam bisnis
Seorang negosiator selayaknya mempunyai informasi awal mengenai apa, siapa dan bagaimana mitra negosiasinya sehingga kita bisa mengetahui kekuatan dan kelemahan mitra negosiasi untuk memprediksi adanya kemungkinan peluang dan informasi mengenai corak budaya darimana mereka berasal

4. Penampilan untuk proses negosiasi
Penampilan seorang negosiator harus bisa meyakinkan mitra negosiasi dalam bisnis (bersih, rapih, ramah, tegas dan berwibawa)

Iklim Negosiasi Dalam Bisnis
1. Iklim negosiasi dalam bisnis yang lamban dan membosankan
2. Iklim negosiasi dalam bisnis keras penuh pertentangan
3. Iklim negosiasi dalam bisnis yang bersahabat

Proses negosiasi dalam bisnis
1. Jangan pernah katakan “ya” terhadap tawaran pertama
2. Melakukan “flinch” terhadap tawaran yang diajukan lawan
3. Hindari negosiasi yang konfrontatif
4. Mainkan reluctant seller dan hati-hati  terhadap reluctan buyer

Selama Proses Negosiasi Dalam Bisnis Tengah Berjalan
1. Menghadapi orang-orang yang tidak memiliki wewenang memutuskan
2. Penurunan nilai pelayanan
3. Jangan memberikan tawaran splitting the difference
4. Menangani deadlock
5. Mintalah selalu trade-off

Mengakhiri Proses Negosiasi Dalam Bisnis
1. Buat kesimpulan dari hasil negosiasi
2. Apabila negosiasi berhasil segera buat memorandum of understanding (mou)
3. Ucapkan terima kasih atas segala kesepakatan

Tahap-tahap Proses Negosiasi  Dalam Bisnis
1. Persiapan
2. Proposal
3. Debat
4. Tawar menawar
5. Penutup



Minggu, 02 November 2014

Kecurangan dalam laporan keuangan (financial statement fraud)

Kecurangan dalam laporan keuangan (financial statement fraud)
Kecurangan dalam laporan keuangan (financial statement fraud); Salah satu tujuan perusahaan menerapkan sistem pengendalian adalah untuk mencegah kecurangan (fraud). Kecurangan pada dasarnnya dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar.
  1. Kecurangan laproan keuangan
  2. Kecurangan berupa pencurian aset perusahaan atau pemanfaatan aset perusahaan untuk kepentingan selain kepentingan perusahaan.

Kecurangan laporan keuangan biasanya dilakukan di level manager. tujuan utama dari kecurangan ini bukanlah untuk mengambil harta kekayaan organisasi secara langsung. Kecurangan ini lebih berupa niat untuk mempercantik (merekayasa) laporan keuangan agar kondisi perusahaan tampak lebih baik dari realita yang sebenarnya. Sebagai contoh, untuk membuat laba perusahaan lebih tinggi, manajer (tentu dengan berkolusi dengan bagian akuntansi) membuat piutang palsu. Satu piutang, tanpa konsumen. Jadi. piutang yang sebenarnya tidak akan pernah dilunasi oleh konsumen, namanya juga piutang palsu. Jurnal untuk membuat piutang palsu ini akan membuat laba perusahaan lebih tinggi dan aset perusahaan lebih tinggi. Jadi, perusahaan tampak lebih kaya dan lebih profit  dari realita yang sebenarnya.

Mengapa manajer melakukan kecurangan laporan keuangan?  Kesuksesan organisasi yang dia pimpim menentukan pridenya, bonus yang akan diterima dan lain sebagainya. Oleh karena itu, manajer tidak ingin publik tahu bahwa perusahaan yang dia kelola rugi. Lebih lagi, jika kinerja perusahaan akan menentukan bonus akhir tahun, manajer lebih tergoda untuk melakukan window dressing laproan keuangan agar dia memeproleh bonus (yang sebenarnya tidak akan dia dapat jika laporan keuangan tidak dimake up atau tampil sesuai realita).

Danmpak window dressing bisa sangat mengerikan. Kasus Enron merupakan salah satu bencana terbesar dalam sejarah akuntansi. Window dressing dalam laporan keuangan Enron mengantarkan Enron pada kehancuran dan menyebabkan satu KAP (level dunia) harus ditutup.

Sabtu, 01 November 2014

Hubungan Faktur Penjualan dan Jurnal Akuntansi

Hubungan Faktur Penjualan dan Jurnal Akuntansi : Dalam pembuatan sistem informasi akuntansi, faktur penjualan nantinya akan menjadi salah satu layar input. Salah satu pertanyaan yang sering muncul di benak programer adalah nanti, jurnalnya seperti apa. Oleh karena itu, kali ini, saya akan berbagi dengan para (calon) programer bagaimana kaitan antara faktur penjualan dengan jurnal akuntansi. Agar mudah dipahami, saya akan menggunakan beberapa contoh kasus.

Kasus 1. Penjualan Tunai di Toko Swalayan (Tidak ada PPN)

Hubungan Faktur Penjualan dan Jurnal Akuntansi

Perhatikan bagian dari faktur yang diberi lingkaran merah. Angka ini merupakan total nilai faktur. Angka ini menunjukkan besarnya penjualan dan sekaligus besarnya kas yang diterima. Untuk kasus ini, maka jurnalnya adalah Debet Kas Rp 125.000 dan Kredit Penjualan Rp 125.000.

Kasus 2. Penjualan Tunai di Toko Swalayan (dengan PPN)

Hubungan Faktur Penjualan dan Jurnal Akuntansi

Perhatikan, dalam faktur tersebut tertulis harga termasuk PPN 10%. Ini berarti, tidak semua kas yang diterima akan menjadi milik perusahaan, 10% dari nilai penjualan akan disetorkan ke kas negara sebagai PPN. Pertama, kita harus memisahkan dulu komponen PPN dari Penjualan.
Kas yang diterima = Penjualan + PPN
Kas yang diterima = Penjualan + 10% Penjualan
Jadi, untuk menghitung komponen PPN, kita akan menggunakan formula sebagai berikut.
                10%/110% * Kas yang diterima
Sedangkan komponen penjualan, akan dihitung menggunakan formula berikut ini.
                100%/110% x Kas yang diterima
Dengan menggunakan data dalam gambar faktur (yang kedua) di atas, maka jurnal di balik faktur tersebut adalah sebagai berikut. Debet Kas Rp 82.500, Kredit Penjualan Rp 75.000 dan Kredit PPN Rp 7.500

Kasus 3. Penjualan Tunai dengan Biaya Angkut

Hubungan Faktur Penjualan dan Jurnal Akuntansi

Hubungan Faktur Penjualan dan Jurnal Akuntansi


Dalam kasus kali ini, dicontohkan, Cute Pet Breeding menjual dua ekor anjing pom-pom. Ongkos angkut dibebankan ke konsumen senilai Rp300.000. Berikut jurnal yang mesti dibuat terkait dengan faktur Cute Pet Breeding tersebut. Debet Kas Rp 900.000, Kredit Penjualan Rp 600.000 dan Kredit Ongkos Angkut Penjualan Rp 300.000.

Kasus 4. Penjualan Kredit dengan Uang Muka

Hubungan Faktur Penjualan dan Jurnal Akuntansi


Dalam kasus ini, misalkan Gara Konsultan yang bergerak dalam pemberian jasa konsultasi menerima pesanan jasa konsultasi di bidang strategik dari CV Ayu Wastu. CV Ayu Wastu memberi uang muka Rp1.000.000. Berikut jurnal yang harus dibuat CV Ayu Wastu pada saat menerima uang muka. Debet Kas Rp 1.000.000, Debet Piutang Dagang Rp 2.000.000 dan Kredit Pendapatan Jasa Konsultasi Rp 3.000.000.

Sekian... semoga manfaat :)

Faktur Penjualan dengan Faktur Pembelian apa bedanya?

Perbedaan Faktur Penjualan dengan Faktur Pembelian. Dalam proses bisnis, di siklus penjualan, kita mengenal dokumen yang disebut Faktur Penjualan. Berikutnya, di siklus pembelian, kita mengenal dokumen yang disebut Faktur Pembelian. Menurut anda, apa perbedaan dua istilah tersebut?
Pada dasarnya bentuk Faktur Penjualan ya sama persis seperti Faktur Pembelian. Bagaimana bisa? Lebih mudah memahami hal ini menggunakan skenario berikut ini.
Toko Elektronik Jaya menjual mesin cuci ke Laundry CuciBersih secara tunai. Faktur yang dibuat oleh Toko Elektronik Jaya untuk merekam transaksi penjualan tersebut disebut Faktur Penjualan oleh Toko Elektronik Jaya. Faktur yang diserahkan ke Laundry CuciBersih tersebut akan disebut Faktur Pembelian oleh Laundry CuciBersih.

Faktur Penjualan dengan Faktur Pembelian apa bedanya?


Jadi, perlu dicatat, kita tidak akan pernah menemukan faktur dengan judul Faktur Pembelian. Istilah Faktur Pembelian hanya sekadar istilah untuk mengacu pada Faktur dalam siklus pembelian. sekian.. :)

Flowchart Penjualan Kredit

Flowchart Penjualan Kredit ini dibuat dengan asumsi berikut ini.

1. Perusahaan menjual secara kredit.
2. Perusahaan memproses transaksi penjualan secara manual.
3. Lokasi gudang terpisah dengan lokasi kantor (lokasi tempat parmuniaga melayani pesanan konsumen).

Flowchart Penjualan Kredit

Proses Akuntansi Secara Manual

Proses Akuntansi Secara Manual, tujuan utama mencatat transaksi keuangan adalah agar nantinya perusahaan tahu laba rugi usaha mereka. Fokus sistem akuntansi yang murni manual adalah pencatatan transaksi keuangan untuk menghasilkan laporan keuangan (paling tidak, neraca dan laba rugi). Dalam diagram berikut, disjikan tahapan proses pencatatan akuntansi manual. Diawali dengan transaksi bisnis (transaksi keuangan, misalnya transaksi penjualan) yang direkam dalam dokumen (misalnya faktur). Pada akhir hari, faktur akan disalin ke jurnal. Berikutnya, jurnal akan disalin ke buku besar. Secara periodik (bisa sebulan sekali, sekuartal sekali, atau bahkan setahun sekali) akuntan perusahaan akan menyusun neraca saldo berdasar data dalam buku besar. Neraca saldo inilah yang berguna untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan.

Proses Akuntansi Secara Manual
Jika proses ini, benar-benar manual, menggunakan buku tulis dan pena, ini akan menjadi proses yang benar-benar tidak mudah (untuk tidak mengatakan, mengerikan). Perusahaan akan membutuhkan banyak karyawan di bagian akuntansi dan itupun, mereka harus benar-benar teliti dan telaten. Bersyukur sekarang, ada spreadsheet Excel yang mempermudah proses manual. Artinya sekalipun perusahaan belum menerapkan sistem informasi akuntansi, proses manual sudah sangat terbantu dengan adanya spreadsheet excel. 


Arti Dari Istilah Akuntansi

Arti Dari Istilah Akuntansi
Arti Dari Istilah Akuntansi atau kata yang sering digunakan dalam lingkup akuntansi

Akuntansi. Bidang ilmu.

Akuntan. Orang yang menguasai ilmu akuntansi. Dalam jenjang pendidikan formal, istilah akuntan diperuntukkan bagi mereka yang lulusan perguruan tinggi jurusan akuntansi. Pada praktiknya, istilah akuntan ditujukan bagi mereka lulusan jurusan akuntansi yang bekerja di bidang akuntansi (departemen akuntansi).



Auditor. Auditor adalah lulusan akuntansi yang bekerja di bidang audit (pemeriksaan).


Auditor internal adalah mereka yang bekerja sebagai pemeriksa internal. Mereka karyawan tetap perusahaan dan bekerja sebagai auditor bagi perusahaan tersebut.

Auditor internal adalah mereka yang bekerja di Kantor Akuntan Publik. Mereka bekerja untuk mengaudit kewajaran laporan keuangan perusahaan.

Kantor Akuntan Publik adalah satu perusahaan yang jasa utama yang mereka jual adalah jasa audit. Kantor Akuntan Publik dipimpin oleh partner dan membawahi para auditor eksternal. Kantor Akuntan Publik lah yang punya hak untuk mengeluarkan laporan auditan.

Partner. Partner adalah akuntan publik dengan posisi tertinggi dalam sebuah Kantor Akuntan Publik. Mereka adalah akuntan publik yang berpengalaman. Merekalah yang bertanggung jawab atas audit yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik. Wujud tanggung jawab tersebut adalah wewenang dan hak untuk menandatangani laporan audit.

Kertas Kerja.  Kertas kerja adalah semua dokumen yang digunakan untuk merekam proses audit atas suatu perusahaan. Kertas kerja ini menjadi dasar untuk menentukan pendapat. Kertas kerja juga dapat menjadi bukti penting bahwa audit sudah dilaksanakan sesuai standar audit yang berlaku. Jika kelak terjadi slisih hukum, maka kertas kerja ini akan menjadi salah satu bukti dalam peradilan.


Laporan audit. Laporan audit adalah laporan yang memuat pendapat akuntan terkait dengan wajar tidaknya laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan. Pendapat akuntan dapat berupa Wajar tanpa Pengecualian, Wajar dengan Pengecualian, Tidak Wajar dan Tidak Memberikan Pendapat.


Wajar tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion) adalah pendapat akuntan yang paling diharapkan oleh perusahaan yang diaudit. Nilai tertinggi yang dapat diraih oleh satu laporan keuangan adalah pendapat Wajar tanpa Pengecualian. Pendapat Wajar tanpa Pengecualian diberikan jika suatu laporan keuangan disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan dan menyajikan secara wajar kondisi riil perusahaan. Akunttan memilih kata Wajar dan bukannya Kebenaran yang Mutlak, karena audit didasarkan atas sampel (bukan penelaahan ulang 100% data perusahaan).

Standar Akuntansi Keuangan adalah stanfar yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengatur mengenai bagaimana perusahaan menyusun laporan keuangan. Standar tersebut mengatur kapan suatu transaksi harus dicatat, dan jika suatu transaksi harus dicatat, berapa rupiah transaksi tersebut mesti dicatat.


Mencatat Transaksi. Arti mencatat transaksi bagi orang akuntansi lebih dari sekedar membuat tulisan di sebuah notes. Mencatat bagi akuntan adalah menjurnal. Transaksi yang dicatat (dijurnal) oleh akuntan hanyalah transaksi keuangan saja.



Akrual. Prinsip pencatatan akuntansi di satu entitas itu dengan menggunakan prinsip akrual. Lawan dari princip akrual adalah cash basis. Dalam prinsip akrual, kas dicatat pada saat transaksi terjadi, bukan pada saat kas diterima. Contoh, CV Ago menjual barang secara kredit ke CV Dara. Barang diserahkan ke CV Dara pada tanggal 1 Januari 2014. Dara membayar pada tanggal 20 Januari 2014. Dengan prinsip akrual, Dara akan mencatat penjualan pada tanggal 1 Januari 2014.


Cash Basis. Dalam prinsip cash basis, transaksi dicatat pada saat kas diterima atau pada saat kas dikeluarkan.


Neraca . Salah satu laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada satu waktu tertentu. Istilah neraca cukup populer di kalangan para akuntan maupun para pelaku usaha. However, sekarang istilah neraca ini sudah digantikan dengan istilah Laporan Posisi Keuangan.


Laporan Laba Rugi. Salah satu laporan keuangan yang menunjukkan kinerja (hasil operasi perusahaan). Apakah perusahaan tersebut laba atau rugi.

Laporan Perubahan Modal. Salah satu laporan keuangan yang menunjukkan perubahan modal. Modal bisa disebabkan oleh laba (modalnya naik), oleh rugi (modal akan turun), oleh setoran modal baru dari pemilik dan oleh pembagian deviden (atau prive).

Modal (Equity). Modal menggambarkan uang pemilik yang ditanamkan ke dalam perusahaan. Modal ini disebut juga dengan istilah Ekuitas.

Piutang. Piutang adalah tagihan kepada pihak ketiga. Piutang dapat berupa piutang dagang ataupun piutang lainnya. Piutang dagang adalah piutang yang muncul karena transaksi jual beli barang sebagai kegiatan utama perusahaan, Sedangkan piutang lainnya adalah piutang yang muncul di luar kegiatan utama perusahaan. Sebagai contoh, piutang kepada karyawan karena perusahaan memberi pinjaman kepada karyawan.

Piutang Dagang (Account Receivable). Piutang dagang merupakan tagihan perusahaan kepada konsumen karena konsumen membeli barang dagangan secara kredit. Piutang adalah lawan kata utang. Contoh penggunaan kata piutang dagang.

Misalkan CV Teranio menjual barang ke CV Padangparan secara kredit (atau dengan kata lain CV Padangparan membeli barang secara kredit ke CV Teranio). Maka, dapat dikatakan, CV Teranio memiliki piutang ke CV Padangparan. Atau, CV Padangparan berhutang ke CV Teranio.

Utang Dagang (Account Payable). Lihat penjelasan tentang Piutang Dagang.

Persediaan (Inventory). Persediaan dalam perusahaan dapat berupa persediaan barang dagangan, persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi.

Persediaan barang dagangan (Inventory). Persediaan barang dagangan adalah istilah untuk menyebut barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali. Contoh. PT Mega Agung Kirana menjual mebel. Oleh karena itu, mebel yang didisplay dan dijual  akan disebut persediaan. Sedangkan mebel yang dipakai sendiri oleh PT Mega Agung Kirana (misalnya meja kasir) akan disebut Aset Tetap.

Persediaan bahan baku (Material). Persediaan bahan baku adalah istilah untuk menyebut barang yang dimiliki perusahaan untuk diproses menjadi barang jadi. Contoh PT Mega Agung Kirana memproduksi mebel  Maka, kayu yang dimiliki oleh PT Mega Agung Kirana akan disebut Persediaan Bahan Baku.

Persediaan barang dalam proses (Work in Process). Persediaan barang dalam proses adalah istilah untuk barang yang sedang diproduksi perusahaan (untuk nantinya dijual) tetapi belum selesai diproduksi.

Aset tetap. Aset tetap adalah barang berwujud  yang dimiliki perusahaan dan dimanfaatkan perusahaan dalam kegiatan usahanya. Barang berwujud adalah barang yang bisa dipegang. Masa manfaat aset lebih dari satu tahun (atau satu periode akuntansi). Contoh aset tetap adalah mobil bagi pengusaha travel atau meja kursi siswa yang dimiliki sebuah universitas.

Depresiasi atau Penyusutan. Depresiasi adalah alokasi harga perolehan (harga beli) aset tetap selama masa manfaat (umur ekonomis) aset tetap tersebut.

Umur ekonomis. Masa satu aset tetap dapat dimanfaatkan secara ekonomis oleh perusahaan atau entitas. Masa manfaat ekonomis ini bukanlah umur aset sampai matinya aset (aset tidak dapat digunakan lagi). Contoh, sebuah komputer dapat dimanfaatkan hingga 6 tahun atau 7 tahun. Sekalipun demikian, bisa saja satu warnet menetapkan bahwa umur ekonomis komputer nya adalah 3 tahun. Bagi warnet tersebut, jika setelah 3 tahun komputernyat tidak diganti, maka konsumen akan memilih warnet lain yang menyediakan komputer yang lebih canggih.


Nilai residu. Nilai residu adalah estimasi harga jual aset setelah masa manfaatnya berakhir. Estimasi ini dibuat pada saat perusahaan menghitung depresiasi per tahun.  



Aset. Aset adalah harta yang diniliki perusahaan., seperti kas, persediaan, piutang dagang, aset tetap dan lain sebagainya.


Leasing. Leasing atau sewa guna usaha adalah kontrak sewa aset tetap antara perusahaan dengan lembaga pembiayaan.

Posting. Arti kata posting adalah memindahkan catatan dari jurnal ke buku besar. Dengan kata lain, mencatat ke buku besar.

Jurnal. Jurnal adalah catatan setiap transaksi keuangan dalam format debet dan kredit yang dicatat urut waktu kejadian.

Buku Besar. Buku besar adalah data jurnal yang sudah diklasifikasi per kode rekening. Dalam akuntansi, buku besar adalah catatan akuntansi yang dibuat setelah jurnal. Setiap baris dalam jurnal akan terhubung dengan data transaksi yang telah direkam dalam jurnal.

Buku Pembantu (Subsidiary Account).  Format biuku pembantu sebenarnya sama seperti buku besar. Buku pembantu sebenarnya merupakan detail dari buku besar. Tidak semua buku besar perlu buku pembantu. Contoh buku besar yang memerlukan buku pembantu adalah buku besar piutang dagang. Buku pembantu piutang merekam mutasi piutang untuk satu konsumen tertentu. Sedangkan buku besar mencatat mutasi piutang untuk seluruh konsumen.

Kartu Piutang. Kartu piutang merekam mutasi piutang per konsumen. Kartu Piutang ini sebenarnya merupakan buku pembantu piutang.

Kartu Utang. Kartu utang merekam mutasi utang per pemasok. Kartu Utang ini sebenarnya merupakam buku pembantu utang.

Kartu Persediaan. Kartu persediaan merekam mutasi persediaan per item persediaan. Kartu ini sebenarnya merupakan buku pembantu persediaan. Hanya perusahaan yang menggunakan sistem pencatatan perpetual yang akan memiliki kartu persediaan.

Sistem Pencatatan Perpetual. Sistem pencatatan perperual merupakan salah satu cara mencatat persediaan. Cara lain adalah Sistem periodik. Yang dimaksud dengan mencatat persediaan sistem perpetual adalah mencatat mutasi persediaan setiap kali ada mutasi persediaan. Mutasi persediaan dapat berupa masuknya barang ke gudang karena pembelian atau karena retur penjualan, serta keluarnya persediaan karena penjualan, atau karena retur pembelian, atau karena ada persediaan yang rusak dan usang.

Sistem Pencatatan Periodik.Sistem pencatatan periodik adalah alternatif lain dari cara mencatat persediaan. Dalam sistem periodik, perusahaan tidak mencatat mutasi persediaan. Persediaan hanya dicatat secara periodik (misalnya 6 bulan sekali) atas dasar hasil stok fisik persediaan. Jadi, perusahaan tidak membuat catatan keluar masuknya persediaan setiap hari.

Rekening (Account). Rekening yang juga disebut akun adalah satu item laporan keuangan yang nantinya akan tersaji di salah satu laporan keuangan (laporan posisi keuangan atau laporan laba rugi atau laporan perubahan modal). Tertarik untuk.

Kode Rekening. Kode rekening adalah kode yang ditentukan untuk setiap rekening. Kode rekening ini biasanya dibuat sistematis sesuai dengan klasifikasi rekening dalam laporan keuangan. Berikut salah satu contoh pengkodean yang acap dipakai.
  • 10000 Aset
  • 11000 Aset Lancar
  • 12000 Investasi Jangka Panjang
  • 13000 Aset Tetap dan Aset Sewa Guna Usaha
  • 19000 Aset Lain-lain
  • 20000 Utang
  • 21000 Utang Lancar
  • 22000 Utang Jangka Panjang
  • 30000 Ekuitas
  • 40000 Pendapatan
  • 50000 Beban
Gaji dan Upah. Gaji dan upah adalah penghargaan perusahaan berupa uang kepada karyawan karena karyawan telah bekerja pada perusahaan tersebut. Gaji merupakan istilah untuk pembayaran bulanan kepada karyawan tetap. Upah merupakan pembayaran kepada karyawan bagian produksi (karyawan yang bekerja di pabrik). Upah adakalanya diberikan atas dasar jam kerja atau unit produk yang dihasilkan karyawan.

Honorarium. Istilah honor dipakai untuk mengacu pada  pembayaran kepada karyawan tidak tetap, seperti dosen tidak tetap,.

Komisi. Komisi adalah upah bagi broker atau pedagang perantara. Contoh CV Rajin Berkarya menjual mobil bekas. Mobil dibeli oleh Bapak Yatno. Bapak Gara adalah perantara dalam transaksi tersebut. Lazimnya, CV Rajin Berkarya akan memberi komisi ke Bapak Gara.

Saldo Laba. Saldo laba (atau dulu dikenal dengan istilah laba ditahan) adalah akumulasi laba (dan rugi) yang diperoleh perusahaan selama umur hidup perusahaan tersebut (sejak perusahaan berdiri hingga saat ini). Bisa juga, sejak perusahaan mulai menyusun laporan keuangan, hingga hari ini.

Travel Advance. Terjemahan harafiah dari travel advance adalah uang muka perjalanan. Travel advance adalah uang yang diberikan kepada karyawan pada saat karyawan diberi tugas luar kantor. Contoh Bapak Dosen Hanung Haryanto dikirim untuk mengikuti seminar selama 3 hari di kota lain. Uang daru universitas yang diberikan ke Bapak Hanung sebagai uang saku (untuk membayar hotel, membayar bea seminar dan akomodasi Bapak Hanung selama 3 hari seminar di luar kota) disebut sebagai  travel advance. Travel advance ini termasuk piutang. Setelah Bapak Hanung pulang dari tugas luar, Bapak Hanung akan mengembalikan sisa uang dan nota (bukti transaksi) ke bagian keuangan (settlement).

Cek, Selembar kertas yang diterbitkan oleh bank dan disahkan oleh pemegang cek sebagai alat pembayaran. Dalam cek akan tertulis berapa jumlah yang akan dibayarkan dan tanggal pembayaran.

Cek mundur. Cek yang dibuat pada tanggal hari ini tetapi baru dapat diuangkan setelah hari ini  (mungkin 3 hari lagi, mungkin 1 minggu lagi, atau bahkan 1 bulan lagi).

Bilyet Giro. Bilyet Giro sering disebut dengan istilah BG. Bilyet Giro ini serupa dengan cek, Hanya saja, jika cek dapat diuangkan (ditukar menjadi uang), sedangkan BG tidak dapat diuangkan. Dana pencairan BG hanya dapat dimasukkan ke dalam rekening (tidak boleh ditarik tunai).

Bank Overdraft. Bank overdraft atau cerukan adalah saldo rekening yang negatif karena kita menarik dana lebih dari saldo dana yang ada. Misalkan saldo rekening kita Rp15.000.000. Kita menulis cek sebesar Rp17.000.000. Dalam kasus ini, akan dikatakan kita overdradt Rp2.000.000.

Saham. Saham adalah tanda bukti kepemilikan atas sebuah perseroan terbatas. Ada saham biasa dan ada saham preferen.

Saham preferen. Saham preferen adalah saham yang dengan preferensi khusus, misalnya saham dengan tingkat deviden yang pasti,  atau bahkan saham dengan kepastian deviden (bahkan jika perusahaan rugi pun pemegang saham preferen akan tetap mendapatkan deviden). Hanya saja pemegang saham preferen tidak memiliki hak suara.

Saham biasa. Saham biasa adalah saham dengan hak suara. Pemegang saham ini tidak memiliki preferensi seperti pemilik saham preferen. Tidak ada kepastian deviden. Yang istimewa pemegang saham ini memiliki hak suara. Memiki hak suara berarti memiliki hak untuk mengendalikan perusahaan.

Deviden. Bagian laba perusahaan (perseroan terbatas) yang dibagikan kepada pemegang saham.

Investasi. Menanamkan dana dalam suatu aset dengan harapan mendapatkan return dari aset tersebut. Aset yang lazim menjadi sarana investasi adalah, tanah, properti, surat berharga, valas dan logam mulia.

Surat berharga. Surat berharga disebut juga sekuritas() adalah saham atau obligasi (atau turunannya).

Obligasi. Obligasi adalah surat utang. Contoh, PT Jaya Dwipa menjual obligasi kepada PT Rahayu Mukti. PT Jawa Dwipa adalah pihak yang berhutang sedangkan PT Rahayu Mukti adalah pihak yang berinvestasi.

Nilai nominal. Nilai nominal adalah nilai yang tertulis dalam sertifikat saham ataupun obligasi.

Bentuk Usaha. Satu perusahaan bisa saja berbadan hukum atau tidak berbadan hukum. Usaha milik perseorangan tidak berbadan hukum. Badan hukum dapat berupa CV, Firma, dan PT (Perseroan Terbatas).

Go public adalah menjual saham ke publik melalui Pasar Modal Indonesia sehingga siapapun yang membeli saham perusahaan tersebut dapat menjadi pemilik perusahaan. Untuk menjadi perusahaan go publik, perusahaan tersebut harus berbentuk Perseroan Terbatas.

Bunga (Interest). Bunga adalah kompensasi yang diberikan kepada pemberi pinjaman oleh pihak yang berhutang. Bunga biasanya dinyatakan dalam satuan tahun. Contoh, Bank Mandiri menerapkan bunga KPR 7% . Bunga 7% tersebut adalah bunga untuk kurun waktu satu tahun.

Laba Rugi Selisih Kurs. Laba rugi selisih kurs dapat terjadi pada perusahaan yang berlokasi di Indonesia tetapi transaksinya menggunakan mata uang asing. Contoh, toko komputer. Harga komputer, laptop, printer dan berbagai produk lainnya dinyatakan dalam satuan dollar. Sesuai standar akuntansi keuangan Indonesia, mereka mesti mencatat transaksi tersebut dalam satuan rupiah. Contoh transaksi yang menimbulkan selisih kurs. Pada tanggal 1 Februari 2013, Toko Komputer Ceria menjual 5 monitor secara kredit ke Lembaga Kursus Komputer. Harga monitor $150 per unit. Tingkat kurs pada tanggal tersebut Rp9.600 per dollar.
Toko Komputer Ceria akan mencatat utang sebesar $150 x Rp9.600.

Pada tanggal 1 Maret, Lembaca Kursus melunasi utang senilai $150. Tingkat kurs pada tanggal tersebut adalah Rp9.700. Toko Komputer Ceria akan mencatat kas masuk senilai $150 x Rp9.700.  Selisih $150 x Rp100 inilah yang disebut sebagai laba rugi selisih kurs.

Pendapatan. Pendapatan atau Revenue adalah semua yang diperoleh perusahaan sebagai kontra prestasi dari jasa atau produk yang diberikan ke konsumen. Pendapatan dapat berupa penjualan, dan dapat juga berupa pendapatan lain (misalnya pendapatan sewa).

Beban.  Beban atau expense adalah semua pengorbanan yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh pendapatan. Sebagai contoh, agar dapat melayani jasa cukur, maka kita mesti menyewa kios, membeli alat cukur, membayar listrik, menggaji tukang potong, membeli shampo dan lain sebagainya.

Harga Pokok Penjualan (Cost of Good Sold). Harga pokok penjualan atau sering disingkat dengan istilah HPP merupakan kos dari barang yang dijual atau (bahasa gampangnya) harga beli dari barang yang dijual. Contoh, Arini membeli baju di tanah abang Rp50.000 per unit. Baju tersebut dijual di desanya, di Mranggen, dengan harga Rp70.000 per unit. Harga beli baju Rp50.000 per unit, bagi Arini merupakan harga pokok penjualan.

Kos Penjualan. Kos penjualan merupakan nama lain dari harga pokok penjualan.

Apa itu Akuntansi???

Apa itu Akuntansi???
Arti Akuntansi , Akuntansi merupakan proses mengidentifikasi, mengukur, mencatat dan mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa ekonomi dari suatu organisasi (bisnis maupun nonbisnis) kepada pihak-pihak yang berkepentingan dengan informasi bisnis tersebut (pe ngguna informasi).

Mengidentifikasi
  • Memilih peristiwa-peristiwa yang merupakan aktivitas ekonomi dari suatu organisasi.
Mengukur
  • Peristiwa ekonomi yang telah dipilih, harus diukur dalam satuan mata uang (rupiah). Suatu transaksi yang tidak dapat dinyatakan dalam ukuran rupiah, secara akuntansi tidak dapat dikategorikan sebagai transaksi.
Mencatat
  • Peristiwa yang dapat dinyatakan dalam satuan ruoiah dicatat secara kronologis dengan cara yang sistematik. Dalam pencatatan ini, akuntan juga melakukan klasifikasi dan peringkasan.
Mengkomunikasikan
  • Penyajian informasi keuangan (dalam bentuk neraca, laba rugi, dan lain sebagainya). Salah satu elemen yang penting dalam proses pengkomunikasian informasi adalah kemampuan untuk menginterpretasikan laporan. Interpretasi ini mencakup kemampuan untuk menganalisis dan menjelaskan maksud, manfaat, serta keterbatasan data yang dilaporkan.
Asumsi-asumsi yang digunakan sebagai dasar dari proses akuntansi adalah:

Asumsi entitas ekonomi. Entitas ekonomi dapat berupa suatu organisasi atau unit dalam masyarakat.Asumsi ini menyatakan bahwa setiap peristiwa ekonomi dapat diidentifikasi untuk satu unit entitas. Dengan asumsi ini maka, aktivitas dari suatu entitas dapat dipisahkan dan dibedakan dengan (1) aktivitas dari pemilik entitas tersebut dan (2) aktivitas dari entitas-entitas yang lain.

Asumsi unit moneter. Asumsi ini menyatakan bahwa hanya transaksi yang dapat dinyatakan dalam satuan moneter yang dapat dicatat dalam catatan akuntansi dari suatu entitas.

Jurnal dan Buku Besar

Jurnal dan Buku Besar : Jurnal adalah Jurnal adalah catatan setiap transaksi keuangan dalam format debet dan kredit yang dicatat urut waktu kejadian. Jurnal ini merupakan.catatan akuntansi yang pertama. Lebih jelasnya, lihat bahasan mengenai proses akuntansi manual.

Setelah data transaksi keuangan terekam dalam jurnal, data akan disalin ke buku besar (disebut dengan posting). Buku besar adalah data jurnal yang sudah diklasifikasi per kode rekening. Setiap baris dalam jurnal akan terhubung dengan data transaksi yang telah direkam dalam jurnal

Silahkan cermati contoh jurnal dan buku besar berikut ini. Data yang tersaji dalam contoh tersebut diharapkan mempermudah pemahaman mengenai keterkaitan jurnal dan buku besar.


Jurnal dan Buku Besar

Jurnal dan Buku Besar

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan yang memuat informasi mengenai laba atau rugi perusahaan. Berikut disajikan contoh laporan laba rugi untuk perusahaan dagang.

Laporan Laba Rugi

Beberapa definisi istilah yang tersaji dalam laporan tersebut, dapat dilihat dalam ulasan berikut ini.

Kos Penjualan yang disebut juga harga pokok penjualan adalah harga beli barang (harga kulakan barang) yang sudah terjual. 

Beban operasional adalah beban yng terkait dengan operasional perusahaan, seperti telpon, bensin manajer, depresiasi peralatan kantor, alat tulis kantor, listrik kantor, gaji akuntan dan lain sebagainya.

Beban pemasaran adalah beban terkait dengan kegiatan pemasaran perusahaan, seperti beban pasang iklan, beban untuk pengadaan sampel produk baru ke konsumen, beban untuk mencetak brosur, beban untuk membuat seragam karyawan, dan lain sebagainya.

Catatan:
Laporan laba rugi perusahaan yang go publik akan lebih kompleks dari contoh di atas, karena perusahaan go public wajib menyajikan laporan laba rugi komprehensif, bukan hanya sekadar laporan laba rugi.

Pemrosesan Transaksi Berbasis Komputer

Pemrosesan Transaksi Berbasis Komputer Penginputan data ke dalam sistem informasi

Pemrosesan Transaksi Berbasis Komputer
Penginputan data ke dalam sistem informasi dapat melalui beragam cara:
  • dengan merekam data ke dalam sebuah formulir
  • dengan menginputkan data langsung ke dalam computer
  • dengan sms
  • dengan menginputkan data di internet
  • dengan barcode scanner
  • scanner yang lain

Dokumen Input

Dokumen input adalah formulir atau dokumen sumber, yang datanya akan diinputkan ke dalam sistem informasi. Contoh adalah dokumen penjualan.

Fungsi dokumen input:
  • sarana untuk mengotorisasi suatu transaksi
  • sarana untuk memicu tindakan yang diharapkan (missal, memicu konsumen untuk membayar)
  • refleksi akuntabilitas
  • menyediakan data untuk membuat laporan
Desain dokumen input yang baik:
  • judul yang bermakna
  • marjin
  • ukuran font
  • warna
  • berat kertas
  • nomor urut tercetak untuk dokumen yang sensitif
Tampilan layar komputer untuk entry data yang baik:
  • warna yang nyaman di mata user
  • memudahkan user dalam menginput data
  • perhitungan otomatis
  • kursor otomatis berpindah ke elemen data yang mesti diinput oleh user
  • pesan kesalahan yang mudah dipahami
  • menu help yang tersedia untuk membantu user
Proses

Pemrosesan Input:
  • off line (biasanya data diinputkan secara batch). Pemrosesan secara batch relative lebih murah dibandingkan dengan pemrosesan secara online
  • on line
Dokumentasi Proses
  • System flowcharts
  • Computer system flowcharts
  • (lihat yang sistem object)
Alternatif pendekatan pemrosesan data:
  • Periodic processing approach (sistem batch)
    · Sequential updating from batched input
    · Sequential updating after online data entry
    · Direct updating
  • Immediate processing approach (real time processing)

Perbandingan antara periodic processing approach dan immediate processing approach.

Keuntungan Periodic processing approach :
  • meningkatkan efisiensi pemrosesan data, khususnya pada saat perusahaan mesti memproses batch yang sangat besar
  • memungkinkan pengendalian menggunakan total batch untuk menjamin keakuratan dan kelengkapan data yang diproses.
  • pemanfaatan computer hardware dan software secara ekonomis

Kelemahan Periodic processing approach :
  • data dalam master file adakalanya out of date
  • jika ada kesalahan dalam transaksi maka koreksi atas kesalahan akan tertunda, dan pembetulan mesti menunggu sampai siklus proses berikutnya tiba

Keuntungan Immediate processing approach :
  • mampu menyediakan informasi yang uptodate
  • transaksi dapat segera diedit pada saat transaksi direkam, koreksi atas kesalahan dapat langsung dilakukan tanpa delay

Kelemahan Immediate processing approach :
  • membutuhkan hardware dan software yang cukup canggih
  • sistem yang lebih kompleks
  • lebih sulit dan lebih kompleks dalam membangun jejak audit

Dekomposisi Sistem Informasi Akuntansi

Dekomposisi Sistem Informasi Akuntansi, merupakan satu hal yang penting dalam perancangan sistem informasi akuntansi suatu perusahaan. Dekomposisis sistem adalah memecah sistem menjadi sub sistem. Dekomposisi sistem ini mempermudah analis dan perancang sistem untuk melihat dan mengevaluasi sistem perusahaan yang rumit dan kompleks.



Salah satu cara medekomposisi sistem yang paling mudah adalah dengan memilahnya menjadi:
1. Siklus penjualan dan penerimaan kas
2. Siklus pembelian dan pengeluaran kas (yang dapat didekomposisi lagi menjadi)
     2.a. Siklus Pembelian Barang Dagangan
     2.b. Siklus Pembayaran Utang
     2.c. Siklus Penggajian
     2.d. Siklus Pembelian Aset tetap
     2.e. Siklus Kas Kecil
3. Siklus produksi
4. Siklus buku besar



Siklus penjualan dan penerimaan kas juga acapkali dapat didekomposisi lagi sesuai dengan kondisi setiap perusahaan. Sebagai contoh, di swalayan, siklus ini akan terdiri dari siklus penjualan tunai saja. Sedangkan di pabrik manufaktur yang melayani penjualan ke distributor, siklus ini akan terdiri dari siklus penjualan kredit dan siklus penerimaan kas. 



Dalam beberapa perusahaan, siklus penjualan dan penerimaan kas ini bisa jadi namanya sama sekali tidak terkait dengan kata penjualan. Seperti dalam kasus universitas. Untuk mengetahui apa yang termasuk dalam siklus penjualan, identifikasi saja semua siklus yang menyebabkan ada kas masuk bagi universitas tersebut, seperti.



1. KRS (Kartu Rencana Studi) dan Pembayaran SKS oleh Mahasiswa.
2. Pembayaran uang semester.
3. Pembayaran uang gedung.
4. Penerimaan donasi dan hibah.



Demikian juga di rumah sakit, kita tidak akan menemukan istilah penjualan. Sama seperti dalam kasus universitas, kita mesti mengidentifikasi semua unit yang menyebabkan kas masuk.