Sabtu, 01 November 2014

Hubungan Faktur Penjualan dan Jurnal Akuntansi

Hubungan Faktur Penjualan dan Jurnal Akuntansi : Dalam pembuatan sistem informasi akuntansi, faktur penjualan nantinya akan menjadi salah satu layar input. Salah satu pertanyaan yang sering muncul di benak programer adalah nanti, jurnalnya seperti apa. Oleh karena itu, kali ini, saya akan berbagi dengan para (calon) programer bagaimana kaitan antara faktur penjualan dengan jurnal akuntansi. Agar mudah dipahami, saya akan menggunakan beberapa contoh kasus.

Kasus 1. Penjualan Tunai di Toko Swalayan (Tidak ada PPN)

Hubungan Faktur Penjualan dan Jurnal Akuntansi

Perhatikan bagian dari faktur yang diberi lingkaran merah. Angka ini merupakan total nilai faktur. Angka ini menunjukkan besarnya penjualan dan sekaligus besarnya kas yang diterima. Untuk kasus ini, maka jurnalnya adalah Debet Kas Rp 125.000 dan Kredit Penjualan Rp 125.000.

Kasus 2. Penjualan Tunai di Toko Swalayan (dengan PPN)

Hubungan Faktur Penjualan dan Jurnal Akuntansi

Perhatikan, dalam faktur tersebut tertulis harga termasuk PPN 10%. Ini berarti, tidak semua kas yang diterima akan menjadi milik perusahaan, 10% dari nilai penjualan akan disetorkan ke kas negara sebagai PPN. Pertama, kita harus memisahkan dulu komponen PPN dari Penjualan.
Kas yang diterima = Penjualan + PPN
Kas yang diterima = Penjualan + 10% Penjualan
Jadi, untuk menghitung komponen PPN, kita akan menggunakan formula sebagai berikut.
                10%/110% * Kas yang diterima
Sedangkan komponen penjualan, akan dihitung menggunakan formula berikut ini.
                100%/110% x Kas yang diterima
Dengan menggunakan data dalam gambar faktur (yang kedua) di atas, maka jurnal di balik faktur tersebut adalah sebagai berikut. Debet Kas Rp 82.500, Kredit Penjualan Rp 75.000 dan Kredit PPN Rp 7.500

Kasus 3. Penjualan Tunai dengan Biaya Angkut

Hubungan Faktur Penjualan dan Jurnal Akuntansi

Hubungan Faktur Penjualan dan Jurnal Akuntansi


Dalam kasus kali ini, dicontohkan, Cute Pet Breeding menjual dua ekor anjing pom-pom. Ongkos angkut dibebankan ke konsumen senilai Rp300.000. Berikut jurnal yang mesti dibuat terkait dengan faktur Cute Pet Breeding tersebut. Debet Kas Rp 900.000, Kredit Penjualan Rp 600.000 dan Kredit Ongkos Angkut Penjualan Rp 300.000.

Kasus 4. Penjualan Kredit dengan Uang Muka

Hubungan Faktur Penjualan dan Jurnal Akuntansi


Dalam kasus ini, misalkan Gara Konsultan yang bergerak dalam pemberian jasa konsultasi menerima pesanan jasa konsultasi di bidang strategik dari CV Ayu Wastu. CV Ayu Wastu memberi uang muka Rp1.000.000. Berikut jurnal yang harus dibuat CV Ayu Wastu pada saat menerima uang muka. Debet Kas Rp 1.000.000, Debet Piutang Dagang Rp 2.000.000 dan Kredit Pendapatan Jasa Konsultasi Rp 3.000.000.

Sekian... semoga manfaat :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar