Sabtu, 01 November 2014

Arti Dari Istilah Akuntansi

Arti Dari Istilah Akuntansi
Arti Dari Istilah Akuntansi atau kata yang sering digunakan dalam lingkup akuntansi

Akuntansi. Bidang ilmu.

Akuntan. Orang yang menguasai ilmu akuntansi. Dalam jenjang pendidikan formal, istilah akuntan diperuntukkan bagi mereka yang lulusan perguruan tinggi jurusan akuntansi. Pada praktiknya, istilah akuntan ditujukan bagi mereka lulusan jurusan akuntansi yang bekerja di bidang akuntansi (departemen akuntansi).



Auditor. Auditor adalah lulusan akuntansi yang bekerja di bidang audit (pemeriksaan).


Auditor internal adalah mereka yang bekerja sebagai pemeriksa internal. Mereka karyawan tetap perusahaan dan bekerja sebagai auditor bagi perusahaan tersebut.

Auditor internal adalah mereka yang bekerja di Kantor Akuntan Publik. Mereka bekerja untuk mengaudit kewajaran laporan keuangan perusahaan.

Kantor Akuntan Publik adalah satu perusahaan yang jasa utama yang mereka jual adalah jasa audit. Kantor Akuntan Publik dipimpin oleh partner dan membawahi para auditor eksternal. Kantor Akuntan Publik lah yang punya hak untuk mengeluarkan laporan auditan.

Partner. Partner adalah akuntan publik dengan posisi tertinggi dalam sebuah Kantor Akuntan Publik. Mereka adalah akuntan publik yang berpengalaman. Merekalah yang bertanggung jawab atas audit yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik. Wujud tanggung jawab tersebut adalah wewenang dan hak untuk menandatangani laporan audit.

Kertas Kerja.  Kertas kerja adalah semua dokumen yang digunakan untuk merekam proses audit atas suatu perusahaan. Kertas kerja ini menjadi dasar untuk menentukan pendapat. Kertas kerja juga dapat menjadi bukti penting bahwa audit sudah dilaksanakan sesuai standar audit yang berlaku. Jika kelak terjadi slisih hukum, maka kertas kerja ini akan menjadi salah satu bukti dalam peradilan.


Laporan audit. Laporan audit adalah laporan yang memuat pendapat akuntan terkait dengan wajar tidaknya laporan keuangan yang disusun oleh perusahaan. Pendapat akuntan dapat berupa Wajar tanpa Pengecualian, Wajar dengan Pengecualian, Tidak Wajar dan Tidak Memberikan Pendapat.


Wajar tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion) adalah pendapat akuntan yang paling diharapkan oleh perusahaan yang diaudit. Nilai tertinggi yang dapat diraih oleh satu laporan keuangan adalah pendapat Wajar tanpa Pengecualian. Pendapat Wajar tanpa Pengecualian diberikan jika suatu laporan keuangan disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan dan menyajikan secara wajar kondisi riil perusahaan. Akunttan memilih kata Wajar dan bukannya Kebenaran yang Mutlak, karena audit didasarkan atas sampel (bukan penelaahan ulang 100% data perusahaan).

Standar Akuntansi Keuangan adalah stanfar yang disusun oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Standar tersebut mengatur mengenai bagaimana perusahaan menyusun laporan keuangan. Standar tersebut mengatur kapan suatu transaksi harus dicatat, dan jika suatu transaksi harus dicatat, berapa rupiah transaksi tersebut mesti dicatat.


Mencatat Transaksi. Arti mencatat transaksi bagi orang akuntansi lebih dari sekedar membuat tulisan di sebuah notes. Mencatat bagi akuntan adalah menjurnal. Transaksi yang dicatat (dijurnal) oleh akuntan hanyalah transaksi keuangan saja.



Akrual. Prinsip pencatatan akuntansi di satu entitas itu dengan menggunakan prinsip akrual. Lawan dari princip akrual adalah cash basis. Dalam prinsip akrual, kas dicatat pada saat transaksi terjadi, bukan pada saat kas diterima. Contoh, CV Ago menjual barang secara kredit ke CV Dara. Barang diserahkan ke CV Dara pada tanggal 1 Januari 2014. Dara membayar pada tanggal 20 Januari 2014. Dengan prinsip akrual, Dara akan mencatat penjualan pada tanggal 1 Januari 2014.


Cash Basis. Dalam prinsip cash basis, transaksi dicatat pada saat kas diterima atau pada saat kas dikeluarkan.


Neraca . Salah satu laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada satu waktu tertentu. Istilah neraca cukup populer di kalangan para akuntan maupun para pelaku usaha. However, sekarang istilah neraca ini sudah digantikan dengan istilah Laporan Posisi Keuangan.


Laporan Laba Rugi. Salah satu laporan keuangan yang menunjukkan kinerja (hasil operasi perusahaan). Apakah perusahaan tersebut laba atau rugi.

Laporan Perubahan Modal. Salah satu laporan keuangan yang menunjukkan perubahan modal. Modal bisa disebabkan oleh laba (modalnya naik), oleh rugi (modal akan turun), oleh setoran modal baru dari pemilik dan oleh pembagian deviden (atau prive).

Modal (Equity). Modal menggambarkan uang pemilik yang ditanamkan ke dalam perusahaan. Modal ini disebut juga dengan istilah Ekuitas.

Piutang. Piutang adalah tagihan kepada pihak ketiga. Piutang dapat berupa piutang dagang ataupun piutang lainnya. Piutang dagang adalah piutang yang muncul karena transaksi jual beli barang sebagai kegiatan utama perusahaan, Sedangkan piutang lainnya adalah piutang yang muncul di luar kegiatan utama perusahaan. Sebagai contoh, piutang kepada karyawan karena perusahaan memberi pinjaman kepada karyawan.

Piutang Dagang (Account Receivable). Piutang dagang merupakan tagihan perusahaan kepada konsumen karena konsumen membeli barang dagangan secara kredit. Piutang adalah lawan kata utang. Contoh penggunaan kata piutang dagang.

Misalkan CV Teranio menjual barang ke CV Padangparan secara kredit (atau dengan kata lain CV Padangparan membeli barang secara kredit ke CV Teranio). Maka, dapat dikatakan, CV Teranio memiliki piutang ke CV Padangparan. Atau, CV Padangparan berhutang ke CV Teranio.

Utang Dagang (Account Payable). Lihat penjelasan tentang Piutang Dagang.

Persediaan (Inventory). Persediaan dalam perusahaan dapat berupa persediaan barang dagangan, persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi.

Persediaan barang dagangan (Inventory). Persediaan barang dagangan adalah istilah untuk menyebut barang yang dimiliki perusahaan untuk dijual kembali. Contoh. PT Mega Agung Kirana menjual mebel. Oleh karena itu, mebel yang didisplay dan dijual  akan disebut persediaan. Sedangkan mebel yang dipakai sendiri oleh PT Mega Agung Kirana (misalnya meja kasir) akan disebut Aset Tetap.

Persediaan bahan baku (Material). Persediaan bahan baku adalah istilah untuk menyebut barang yang dimiliki perusahaan untuk diproses menjadi barang jadi. Contoh PT Mega Agung Kirana memproduksi mebel  Maka, kayu yang dimiliki oleh PT Mega Agung Kirana akan disebut Persediaan Bahan Baku.

Persediaan barang dalam proses (Work in Process). Persediaan barang dalam proses adalah istilah untuk barang yang sedang diproduksi perusahaan (untuk nantinya dijual) tetapi belum selesai diproduksi.

Aset tetap. Aset tetap adalah barang berwujud  yang dimiliki perusahaan dan dimanfaatkan perusahaan dalam kegiatan usahanya. Barang berwujud adalah barang yang bisa dipegang. Masa manfaat aset lebih dari satu tahun (atau satu periode akuntansi). Contoh aset tetap adalah mobil bagi pengusaha travel atau meja kursi siswa yang dimiliki sebuah universitas.

Depresiasi atau Penyusutan. Depresiasi adalah alokasi harga perolehan (harga beli) aset tetap selama masa manfaat (umur ekonomis) aset tetap tersebut.

Umur ekonomis. Masa satu aset tetap dapat dimanfaatkan secara ekonomis oleh perusahaan atau entitas. Masa manfaat ekonomis ini bukanlah umur aset sampai matinya aset (aset tidak dapat digunakan lagi). Contoh, sebuah komputer dapat dimanfaatkan hingga 6 tahun atau 7 tahun. Sekalipun demikian, bisa saja satu warnet menetapkan bahwa umur ekonomis komputer nya adalah 3 tahun. Bagi warnet tersebut, jika setelah 3 tahun komputernyat tidak diganti, maka konsumen akan memilih warnet lain yang menyediakan komputer yang lebih canggih.


Nilai residu. Nilai residu adalah estimasi harga jual aset setelah masa manfaatnya berakhir. Estimasi ini dibuat pada saat perusahaan menghitung depresiasi per tahun.  



Aset. Aset adalah harta yang diniliki perusahaan., seperti kas, persediaan, piutang dagang, aset tetap dan lain sebagainya.


Leasing. Leasing atau sewa guna usaha adalah kontrak sewa aset tetap antara perusahaan dengan lembaga pembiayaan.

Posting. Arti kata posting adalah memindahkan catatan dari jurnal ke buku besar. Dengan kata lain, mencatat ke buku besar.

Jurnal. Jurnal adalah catatan setiap transaksi keuangan dalam format debet dan kredit yang dicatat urut waktu kejadian.

Buku Besar. Buku besar adalah data jurnal yang sudah diklasifikasi per kode rekening. Dalam akuntansi, buku besar adalah catatan akuntansi yang dibuat setelah jurnal. Setiap baris dalam jurnal akan terhubung dengan data transaksi yang telah direkam dalam jurnal.

Buku Pembantu (Subsidiary Account).  Format biuku pembantu sebenarnya sama seperti buku besar. Buku pembantu sebenarnya merupakan detail dari buku besar. Tidak semua buku besar perlu buku pembantu. Contoh buku besar yang memerlukan buku pembantu adalah buku besar piutang dagang. Buku pembantu piutang merekam mutasi piutang untuk satu konsumen tertentu. Sedangkan buku besar mencatat mutasi piutang untuk seluruh konsumen.

Kartu Piutang. Kartu piutang merekam mutasi piutang per konsumen. Kartu Piutang ini sebenarnya merupakan buku pembantu piutang.

Kartu Utang. Kartu utang merekam mutasi utang per pemasok. Kartu Utang ini sebenarnya merupakam buku pembantu utang.

Kartu Persediaan. Kartu persediaan merekam mutasi persediaan per item persediaan. Kartu ini sebenarnya merupakan buku pembantu persediaan. Hanya perusahaan yang menggunakan sistem pencatatan perpetual yang akan memiliki kartu persediaan.

Sistem Pencatatan Perpetual. Sistem pencatatan perperual merupakan salah satu cara mencatat persediaan. Cara lain adalah Sistem periodik. Yang dimaksud dengan mencatat persediaan sistem perpetual adalah mencatat mutasi persediaan setiap kali ada mutasi persediaan. Mutasi persediaan dapat berupa masuknya barang ke gudang karena pembelian atau karena retur penjualan, serta keluarnya persediaan karena penjualan, atau karena retur pembelian, atau karena ada persediaan yang rusak dan usang.

Sistem Pencatatan Periodik.Sistem pencatatan periodik adalah alternatif lain dari cara mencatat persediaan. Dalam sistem periodik, perusahaan tidak mencatat mutasi persediaan. Persediaan hanya dicatat secara periodik (misalnya 6 bulan sekali) atas dasar hasil stok fisik persediaan. Jadi, perusahaan tidak membuat catatan keluar masuknya persediaan setiap hari.

Rekening (Account). Rekening yang juga disebut akun adalah satu item laporan keuangan yang nantinya akan tersaji di salah satu laporan keuangan (laporan posisi keuangan atau laporan laba rugi atau laporan perubahan modal). Tertarik untuk.

Kode Rekening. Kode rekening adalah kode yang ditentukan untuk setiap rekening. Kode rekening ini biasanya dibuat sistematis sesuai dengan klasifikasi rekening dalam laporan keuangan. Berikut salah satu contoh pengkodean yang acap dipakai.
  • 10000 Aset
  • 11000 Aset Lancar
  • 12000 Investasi Jangka Panjang
  • 13000 Aset Tetap dan Aset Sewa Guna Usaha
  • 19000 Aset Lain-lain
  • 20000 Utang
  • 21000 Utang Lancar
  • 22000 Utang Jangka Panjang
  • 30000 Ekuitas
  • 40000 Pendapatan
  • 50000 Beban
Gaji dan Upah. Gaji dan upah adalah penghargaan perusahaan berupa uang kepada karyawan karena karyawan telah bekerja pada perusahaan tersebut. Gaji merupakan istilah untuk pembayaran bulanan kepada karyawan tetap. Upah merupakan pembayaran kepada karyawan bagian produksi (karyawan yang bekerja di pabrik). Upah adakalanya diberikan atas dasar jam kerja atau unit produk yang dihasilkan karyawan.

Honorarium. Istilah honor dipakai untuk mengacu pada  pembayaran kepada karyawan tidak tetap, seperti dosen tidak tetap,.

Komisi. Komisi adalah upah bagi broker atau pedagang perantara. Contoh CV Rajin Berkarya menjual mobil bekas. Mobil dibeli oleh Bapak Yatno. Bapak Gara adalah perantara dalam transaksi tersebut. Lazimnya, CV Rajin Berkarya akan memberi komisi ke Bapak Gara.

Saldo Laba. Saldo laba (atau dulu dikenal dengan istilah laba ditahan) adalah akumulasi laba (dan rugi) yang diperoleh perusahaan selama umur hidup perusahaan tersebut (sejak perusahaan berdiri hingga saat ini). Bisa juga, sejak perusahaan mulai menyusun laporan keuangan, hingga hari ini.

Travel Advance. Terjemahan harafiah dari travel advance adalah uang muka perjalanan. Travel advance adalah uang yang diberikan kepada karyawan pada saat karyawan diberi tugas luar kantor. Contoh Bapak Dosen Hanung Haryanto dikirim untuk mengikuti seminar selama 3 hari di kota lain. Uang daru universitas yang diberikan ke Bapak Hanung sebagai uang saku (untuk membayar hotel, membayar bea seminar dan akomodasi Bapak Hanung selama 3 hari seminar di luar kota) disebut sebagai  travel advance. Travel advance ini termasuk piutang. Setelah Bapak Hanung pulang dari tugas luar, Bapak Hanung akan mengembalikan sisa uang dan nota (bukti transaksi) ke bagian keuangan (settlement).

Cek, Selembar kertas yang diterbitkan oleh bank dan disahkan oleh pemegang cek sebagai alat pembayaran. Dalam cek akan tertulis berapa jumlah yang akan dibayarkan dan tanggal pembayaran.

Cek mundur. Cek yang dibuat pada tanggal hari ini tetapi baru dapat diuangkan setelah hari ini  (mungkin 3 hari lagi, mungkin 1 minggu lagi, atau bahkan 1 bulan lagi).

Bilyet Giro. Bilyet Giro sering disebut dengan istilah BG. Bilyet Giro ini serupa dengan cek, Hanya saja, jika cek dapat diuangkan (ditukar menjadi uang), sedangkan BG tidak dapat diuangkan. Dana pencairan BG hanya dapat dimasukkan ke dalam rekening (tidak boleh ditarik tunai).

Bank Overdraft. Bank overdraft atau cerukan adalah saldo rekening yang negatif karena kita menarik dana lebih dari saldo dana yang ada. Misalkan saldo rekening kita Rp15.000.000. Kita menulis cek sebesar Rp17.000.000. Dalam kasus ini, akan dikatakan kita overdradt Rp2.000.000.

Saham. Saham adalah tanda bukti kepemilikan atas sebuah perseroan terbatas. Ada saham biasa dan ada saham preferen.

Saham preferen. Saham preferen adalah saham yang dengan preferensi khusus, misalnya saham dengan tingkat deviden yang pasti,  atau bahkan saham dengan kepastian deviden (bahkan jika perusahaan rugi pun pemegang saham preferen akan tetap mendapatkan deviden). Hanya saja pemegang saham preferen tidak memiliki hak suara.

Saham biasa. Saham biasa adalah saham dengan hak suara. Pemegang saham ini tidak memiliki preferensi seperti pemilik saham preferen. Tidak ada kepastian deviden. Yang istimewa pemegang saham ini memiliki hak suara. Memiki hak suara berarti memiliki hak untuk mengendalikan perusahaan.

Deviden. Bagian laba perusahaan (perseroan terbatas) yang dibagikan kepada pemegang saham.

Investasi. Menanamkan dana dalam suatu aset dengan harapan mendapatkan return dari aset tersebut. Aset yang lazim menjadi sarana investasi adalah, tanah, properti, surat berharga, valas dan logam mulia.

Surat berharga. Surat berharga disebut juga sekuritas() adalah saham atau obligasi (atau turunannya).

Obligasi. Obligasi adalah surat utang. Contoh, PT Jaya Dwipa menjual obligasi kepada PT Rahayu Mukti. PT Jawa Dwipa adalah pihak yang berhutang sedangkan PT Rahayu Mukti adalah pihak yang berinvestasi.

Nilai nominal. Nilai nominal adalah nilai yang tertulis dalam sertifikat saham ataupun obligasi.

Bentuk Usaha. Satu perusahaan bisa saja berbadan hukum atau tidak berbadan hukum. Usaha milik perseorangan tidak berbadan hukum. Badan hukum dapat berupa CV, Firma, dan PT (Perseroan Terbatas).

Go public adalah menjual saham ke publik melalui Pasar Modal Indonesia sehingga siapapun yang membeli saham perusahaan tersebut dapat menjadi pemilik perusahaan. Untuk menjadi perusahaan go publik, perusahaan tersebut harus berbentuk Perseroan Terbatas.

Bunga (Interest). Bunga adalah kompensasi yang diberikan kepada pemberi pinjaman oleh pihak yang berhutang. Bunga biasanya dinyatakan dalam satuan tahun. Contoh, Bank Mandiri menerapkan bunga KPR 7% . Bunga 7% tersebut adalah bunga untuk kurun waktu satu tahun.

Laba Rugi Selisih Kurs. Laba rugi selisih kurs dapat terjadi pada perusahaan yang berlokasi di Indonesia tetapi transaksinya menggunakan mata uang asing. Contoh, toko komputer. Harga komputer, laptop, printer dan berbagai produk lainnya dinyatakan dalam satuan dollar. Sesuai standar akuntansi keuangan Indonesia, mereka mesti mencatat transaksi tersebut dalam satuan rupiah. Contoh transaksi yang menimbulkan selisih kurs. Pada tanggal 1 Februari 2013, Toko Komputer Ceria menjual 5 monitor secara kredit ke Lembaga Kursus Komputer. Harga monitor $150 per unit. Tingkat kurs pada tanggal tersebut Rp9.600 per dollar.
Toko Komputer Ceria akan mencatat utang sebesar $150 x Rp9.600.

Pada tanggal 1 Maret, Lembaca Kursus melunasi utang senilai $150. Tingkat kurs pada tanggal tersebut adalah Rp9.700. Toko Komputer Ceria akan mencatat kas masuk senilai $150 x Rp9.700.  Selisih $150 x Rp100 inilah yang disebut sebagai laba rugi selisih kurs.

Pendapatan. Pendapatan atau Revenue adalah semua yang diperoleh perusahaan sebagai kontra prestasi dari jasa atau produk yang diberikan ke konsumen. Pendapatan dapat berupa penjualan, dan dapat juga berupa pendapatan lain (misalnya pendapatan sewa).

Beban.  Beban atau expense adalah semua pengorbanan yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh pendapatan. Sebagai contoh, agar dapat melayani jasa cukur, maka kita mesti menyewa kios, membeli alat cukur, membayar listrik, menggaji tukang potong, membeli shampo dan lain sebagainya.

Harga Pokok Penjualan (Cost of Good Sold). Harga pokok penjualan atau sering disingkat dengan istilah HPP merupakan kos dari barang yang dijual atau (bahasa gampangnya) harga beli dari barang yang dijual. Contoh, Arini membeli baju di tanah abang Rp50.000 per unit. Baju tersebut dijual di desanya, di Mranggen, dengan harga Rp70.000 per unit. Harga beli baju Rp50.000 per unit, bagi Arini merupakan harga pokok penjualan.

Kos Penjualan. Kos penjualan merupakan nama lain dari harga pokok penjualan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar